UNOSCC: Indonesia Berperan Kunci dalam Pembangunan Negara Berkembang


Peran Indonesia dalam Kerja Sama Selatan-Selatan dan Pembangunan Global

Indonesia kini tidak lagi dipandang sebagai negara penerima bantuan, melainkan sebagai negara yang memiliki peran penting dalam pembangunan di berbagai negara. Hal ini disampaikan oleh Direktur Kantor PBB untuk Kerja Sama Negara Selatan-Selatan (UNOSCC), Dima Al-Khatib, dalam acara Momentum Riyadh 2025. Menurutnya, sejarah panjang Indonesia dalam kerja sama Selatan-Selatan menjadi fondasi kuat posisi Indonesia saat ini.

Semangat South-South Cooperation lahir di Indonesia pada Konferensi Bandung 1955. Selama bertahun-tahun Indonesia terus memperluas perannya, termasuk memimpin kelompok tersebut, ujarnya.

Sejarah dan Peran Indonesia dalam Kerja Sama Selatan-Selatan

Sejak awal, Indonesia telah menjadi salah satu pelopor dalam kerja sama antar negara berkembang. Konferensi Bandung 1955 menjadi awal mula semangat kolaborasi antar negara-negara di dunia ketiga. Seiring waktu, Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam kerja sama ini. Bahkan, kini Indonesia menunjukkan komitmen yang lebih besar dalam membantu negara-negara Global South menghadapi tantangan pembangunan.

Dima menekankan bahwa dengan perubahan paradigma pembangunan, negara seperti Indonesia akan memainkan peran yang lebih penting ke depan. Peran Indonesia terlihat jelas dalam pengembangan kapasitas, kepemimpinan di ASEAN, serta dukungan kepada negara-negara lain dalam berbagai aspek pembangunan.

Kolaborasi Triangular dan Inovasi Digital

Selain itu, kerja sama triangular Indonesia dengan Jepang, Korea, dan Islamic Development Bank bisa menjadi model yang dapat direplikasi oleh negara lain. UNOSSC menyatakan siap menampilkan praktik terbaik Indonesia melalui platform digital South-South Galaxy. Ini menunjukkan bahwa inovasi dan kerja sama multilateral yang dilakukan Indonesia layak untuk diadopsi oleh negara-negara lain.

Di sisi lain, transformasi digital Indonesia juga mendapat apresiasi. Dima menyoroti program digital ID dan digitalisasi UMKM yang dapat menjadi model bagi banyak negara berkembang. Ia menilai bahwa digitalisasi akan menjadi pendorong utama pencapaian SDGs lima tahun ke depan. Indonesia sudah berada di jalur yang tepat.

Peran Indonesia dalam Adaptasi Iklim

Indonesia juga memiliki posisi strategis dalam membantu negara lain dalam aspek perubahan iklim. Dima menekankan bahwa peran Indonesia bisa dimanfaatkan oleh negara di daerah pesisir dan wilayah rawan bencana. Ia menjelaskan bahwa adaptasi iklim tidak mengenal batas geografis. Kolaborasi sangat penting, dan Indonesia bisa menjadi contoh melalui pengalaman dan kerja sama triangularnya.

Peluang dalam Mobilisasi Finansial dan Kerja Sama Multisektor

UNOSSC melihat peluang besar dalam mobilisasi blended finance untuk transisi energi hijau Indonesia. Khususnya setelah menguatnya komitmen global dalam pembiayaan pembangunan. Strategic Framework UNOSSC 20262029 membuka ruang lebih luas bagi kolaborasi dengan Indonesia di berbagai sektor, mulai dari kapital manusia hingga ketahanan iklim dan infrastruktur digital.

Kerja sama ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi mitra yang andal, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana negara berkembang dapat berkontribusi dalam upaya global. Dengan keberhasilan yang diraih, Indonesia menunjukkan bahwa ia mampu menjadi penggerak utama dalam pembangunan berkelanjutan dan kerja sama internasional.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan