UNS rancang sepeda listrik sesuai jalanan Indonesia

UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Solo merancang prototipe sepeda listrik yang tidak hanya hemat energi, tetapi juga tangguh, stabil, dan nyaman digunakan di jalanan perkotaan Indonesia. Riset tersebut untuk menjawab tantangan pengembangan kendaraan listrik yang dihadapkan pada kondisi kualitas jalan perkotaan di Indonesia yang kerap bergelombang dan berlubang.

Pengembangan sepeda listrik ini dilakukan oleh Research Group (RG) Teknologi dan Pemrosesan Logam (METALS) Fakultas Teknik UNS. Riset tersebut merupakan bagian dari roadmap jangka panjang METALLIVES (Metals for Lightweight Vehicles), yang berfokus pada inovasi kendaraan ringan berbasis riset material, manufaktur, dan analisis struktural.

Berbeda dengan sepeda listrik komersial yang banyak mengadaptasi desain luar negeri, prototipe buatan UNS dikembangkan dengan pendekatan kontekstual. Tim peneliti menyesuaikan desain dengan karakteristik jalan di Indonesia, salah satunya melalui penerapan sistem tiga suspensi. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan stabilitas dan kenyamanan saat sepeda digunakan di jalan tidak rata, termasuk saat melewati lubang atau permukaan bergelombang.

Ketua Peneliti RG METALS Nurul Muhayat menjelaskan, aspek keselamatan pengguna menjadi perhatian utama dalam pengembangan prototipe tersebut. Kenyamanan berkendara tidak bisa dilepaskan dari faktor stabilitas rangka dan sistem suspensi yang memadai. “Kami merancang sepeda ini agar tetap aman dan nyaman digunakan dalam kondisi jalan perkotaan yang sesungguhnya,” ujar Nurul saat dihubungi Tempo, Sabtu, 10 Januari 2026.

Dari sisi material, rangka sepeda menggunakan aluminium AA6061 yang dikenal ringan namun memiliki kekuatan struktural yang baik. Penyambungan rangka dilakukan dengan metode pengelasan TIG atau Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) untuk menjaga kualitas sambungan tanpa menambah beban berlebih. "Prototipe ini juga telah melalui serangkaian pengujian teknis, mulai dari uji makro, mikro, dan uji tarik pada sambungan las, hingga uji performa sepeda," ungkap Nurul.

Nurul mengatakan, pengujian performa mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 1049 Tahun 2008, meliputi lintasan ergonomi, jarak tempuh, serta simulasi jalan tidak rata. Menariknya, riset sepeda listrik ini berawal dari kompetisi mahasiswa pada 2022. Desain terbaik kemudian dikembangkan secara bertahap dengan dukungan pendanaan internal UNS hingga mencapai tahap hilirisasi riset pada 2025. Mahasiswa dari jenjang S1 hingga S3 dilibatkan secara aktif dalam proses penelitian, menjadikan proyek ini sebagai sarana pembelajaran sekaligus penguatan riset terapan.

Selain berorientasi pada inovasi teknologi, pengembangan sepeda listrik UNS juga diarahkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, terutama dalam upaya menghadirkan solusi transportasi ramah lingkungan dan beremisi rendah di kawasan perkotaan Indonesia.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan