
Inisiatif Pemkab Mahulu dalam Pengelolaan Sampah Plastik
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengambil langkah inovatif dalam pengelolaan sampah plastik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memproduksi paving block dari sampah plastik. Ini merupakan bagian dari strategi DLH Mahulu untuk memastikan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Perhatian terhadap Kelestarian Lingkungan
Mahakam Ulu, sebagai daerah hulu Sungai Mahakam, memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pencemaran di hulu akan berdampak pada wilayah hilir, sehingga perlu adanya kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat. Asisten I Sekretariat Kabupaten Mahakam Ulu, drg Agustinus Teguh Santoso, M.Adm., Kes, menyampaikan bahwa masih banyak masyarakat yang membuang sampah ke sungai, terutama plastik, yang dapat menyebabkan pencemaran dan banjir.
Menurut laporan kinerja yang diterima, timbulan sampah di kabupaten Mahakam Ulu berhasil dikurangi sepertiganya oleh Dinas Lingkungan Hidup. Diperkirakan, selama tahun 2024 timbulan sampah mencapai 6.888 ton, dengan sebagian besar berupa sampah plastik. Dari jumlah tersebut, Dinas Lingkungan Hidup mampu mengangkut sekitar 2.555 ton.
Alasan Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Paving Block
Teknologi ini dinilai mampu mengurangi pencemaran sekaligus memberikan nilai ekonomi baru bagi masyarakat. Melalui pelatihan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan keterampilan, tetapi juga berkontribusi dalam pengurangan timbulan sampah di lingkungan sekitar. Proses pengolahan dilakukan dengan menjemur plastik, meleburkannya menggunakan tungku berbahan bakar kayu, lalu mencetaknya menjadi paving block atau suvenir.
Biaya pembuatan tungku cukup terjangkau, berkisar antara delapan hingga sembilan juta rupiah. Pemerintah daerah juga berkomitmen menindaklanjuti pelatihan ini dengan pengadaan mesin dan cetakan di setiap kampung agar kegiatan tidak berhenti pada sosialisasi semata. Selain itu, kelompok bank sampah akan difasilitasi agar dapat mandiri dalam mengelola sampah tanpa harus mengirimkannya ke daerah lain.
Langkah Awal Pelatihan
Langkah awal untuk pengolahan sampah plastik menjadi paving block ini, DLH menggelar pelatihan untuk kelompok masyarakat. Pelatihan ini diikuti 65 peserta yang merupakan perwakilan dari kelompok masyarakat, PKK, forum peduli lingkungan, badan usaha milik kampung, serta pelajar dari berbagai kampung di Kecamatan Long Bagun.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Solman, S.Hut., M.Si., menyampaikan laporan kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, serta beberapa regulasi pendukung lainnya. “Kami berharap peserta dapat menyerap pengetahuan dan menerapkannya di lingkungan masing-masing,” ujar Solman.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Founder Bank Sampah Mandiri Suka Maju Tenggarong, yakni Yayuk Sehati dan rekannya Roni, yang memberikan materi serta praktik langsung pembuatan paving block dari sampah plastik. Sumber pendanaan berasal dari dana bagi hasil sumber daya alam dan kehutanan (DBHDR) yang dialokasikan untuk program peningkatan pendidikan dan pelatihan lingkungan hidup bagi masyarakat.
Tahap Lanjutan Program
DLH Mahulu memastikan keberlanjutan kegiatan pelatihan pembuatan paving block sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Kepala DLH Mahakam Ulu, Solman, S.Hut., M.Si., mengatakan program ini sejalan dengan arahan Bupati yang berkomitmen menyediakan anggaran untuk mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya, ketersediaan alat pembuatan paving block menjadi kunci agar program ini bisa berjalan di setiap kampung.
Dinas Lingkungan Hidup harap adanya kolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung agar ada upaya bersama dalam pengadaan alat, dengan memanfaatkan Anggaran Dana Kampung (ADK) dalam mendukung pengelolaan sampah. Biaya pengadaan alatnya tidak terlalu besar, hanya berkisar antara Rp8 juta hingga Rp10 juta termasuk transportasi. Jadi pemerintah kampung pun sebenarnya bisa melaksanakannya.
Sosialisasi ke Berbagai Kampung
Ia menambahkan, DLH juga akan melakukan sosialisasi ke berbagai kecamatan agar kegiatan ini dapat menjangkau kampung-kampung di wilayah Ulu Mahakam. Meskipun tidak semua kampung bisa hadir dalam pelatihan kali ini, DLH berkomitmen turun langsung memberikan pendampingan. Selain itu, program ini akan disinergikan dengan kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang lingkungan hidup serta sosialisasi terkait dengan pengelolaan sampah.
Ia optimis, dengan dukungan dana yang memadai dan partisipasi aktif masyarakat, kegiatan ini dapat berjalan baik. Teknologi yang digunakan sederhana, tidak memerlukan biaya besar maupun keahlian tinggi. Cukup dengan pelatihan, masyarakat sudah bisa melaksanakannya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar