Update banjir di Kota Serang: 1.023 rumah terendam, 62 KK mengungsi

Update banjir di Kota Serang: 1.023 rumah terendam, 62 KK mengungsi

Laporan Wartawan nurulamin.pro, Muhamad Rifky Juliana

nurulamin.pro, SERANG - Bencana banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Serang, Banten, sejak Jumat malam (2/1/2026).

Hingga Sabtu dini hari (3/1/2026) pukul 04.25 WIB, tercatat sebanyak 62 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi akibat genangan air yang merendam permukiman warga.

Berdasarkan laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, banjir terjadi di dua kecamatan, yakni Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Serang, dengan total 12 titik kejadian banjir.

Meski kondisi cuaca terpantau berawan, luapan air menyebabkan dampak signifikan terhadap masyarakat.

Wilayah Kecamatan Kasemen menjadi daerah terdampak paling parah.

Di Lingkungan Kroya Lama, Kelurahan Banten, sebanyak 50 KK mengungsi setelah banjir setinggi sekitar 60 sentimeter merendam 120 rumah.

Sementara itu, di Lingkungan Kendal, Kelurahan Margaluyu, sebanyak 10 KK atau 45 jiwa harus mengungsi karena genangan air setinggi 25 sentimeter masih bertahan hingga pagi hari.

Selain itu, di Lingkungan Ambon, Kelurahan Margaluyu, tercatat 2 KK atau 11 jiwa turut mengungsi akibat banjir setinggi 40-60 sentimeter yang juga menggenangi fasilitas umum berupa SDN Ambon.

Secara keseluruhan, banjir di Kota Serang berdampak pada 1.087 KK atau 3.033 jiwa, dengan total 1.023 rumah terendam.

Sebagian wilayah dilaporkan sudah berangsur surut, namun di beberapa titik air masih menggenangi permukiman warga.

BPBD Kota Serang telah melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari pemantauan cuaca melalui BMKG, monitoring wilayah rawan bencana, penurunan personel dan peralatan, hingga evakuasi warga terdampak serta pendataan di lokasi kejadian.

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir.

Pengguna jalan pun diminta berhati-hati saat melintas di wilayah yang berpotensi terdampak bencana.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan