Pengalaman Pertama Jeje dalam Aksi Kemanusiaan di Palembayan
Azizah Nadhirah Zahra, seorang mahasiswa berusia 19 tahun dari Universitas Padjadjaran (Unpad), memutuskan untuk turun langsung ke lokasi bencana banjir bandang yang melanda Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Keputusan ini didorong oleh ajakan dari senior dan pembekalan ilmu yang ia dapat selama bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Perhimpunan Mahasiswa Penempuh Rimba & Pendaki Gunung (PMPR & PG) Mahatva.
Jeje, sapaan akrabnya, berangkat dari Bandung pada Senin (1/12/2025) bersama 14 orang yang terdiri dari Ikatan Alumni (IKA) Unpad, UKM SAR Unpad, Mahatva Unpad, dan Menwa Unpad. Mereka tiba di Kota Padang pada Kamis (4/12/2025) dan langsung menuju Universitas Andalas (Unand) sebelum akhirnya sampai di Palembayan pada Jumat.
Tujuan utama Jeje adalah membantu tim gabungan dalam pencarian korban yang masih hilang. Namun, perjalanan ini tidak mudah karena ia harus meyakinkan orang tuanya yang awalnya tidak memberikan izin. Alasan utama orang tua adalah khawatir tentang keselamatan dan masalah akademik. Namun, Jeje berhasil meyakinkan mereka dengan adanya surat dispensasi dari Unpad, mengingat bulan ini merupakan pekan ujian semester.
Persiapan dan Keselamatan
Selain itu, Jeje juga menyampaikan bahwa dirinya telah dibekali ilmu selama menjadi anggota Mahatva, sehingga ia merasa siap menghadapi situasi darurat. Selain itu, ia tidak berangkat sendirian, karena ada banyak senior yang bisa membimbingnya selama aksi kemanusiaan.
Pengalaman pertamanya sebagai mahasiswa pecinta alam, turun ke lokasi bencana, membuat Jeje merasa kaget namun tetap antusias. Ia mengaku bahwa melihat kondisi banjir bandang dan longsoran yang terjadi sangat mengejutkannya. Meski begitu, ia tetap bersemangat untuk membantu teman-temannya di sana.
Proses Pencarian Korban
Pada hari Sabtu (6/12/2025), Jeje fokus melakukan pencarian korban bersama Tim Basarnas di Sawah Laweh, lokasi yang diperkirakan masih banyak korban tertimbun. Sayangnya, pencarian tidak bisa dilakukan secara maksimal karena kondisi lumpur yang tinggi. Mereka hanya bisa mencari dengan menggunakan tenaga fisik, karena belum ada alat berat yang tiba.
Selama empat hari berada di lokasi, Jeje mengaku belum menemukan satupun korban. Meski begitu, ada satu proses penemuan dan evakuasi yang sangat membekas dalam ingatannya. Saat itu, tiga korban ditemukan dalam posisi berpelukan, yang kemudian diketahui adalah satu keluarga. Peristiwa tersebut membuat Jeje merasa sedih dan teringat akan keluarganya di Bogor.
Pelajaran Berharga dan Korban yang Terus Bertambah
Perjalanan perdana Jeje dalam aksi kemanusiaan di Palembayan meninggalkan pelajaran berharga baginya. Meskipun tubuhnya terasa lelah, ia tetap mendapat semangat baru dari wajah-wajah korban yang ditinggalkan dan ikut melakukan pencarian. Baginya, hal ini menjadi bahan bakar semangat untuk terus berjuang.
Sementara itu, jumlah korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terus bertambah. Data terbaru yang diupdate oleh Dinas Kominfo Kabupaten Agam pada Rabu (10/12/2025) pukul 20:00 WIB menunjukkan bahwa jumlah korban meninggal dunia kini menjadi 190 orang. Sebelumnya, jumlah tersebut adalah 188 orang.
Selain itu, jumlah jenazah yang belum teridentifikasi juga bertambah menjadi 25 orang. Sedangkan jumlah korban yang masih hilang tetap sebanyak 72 orang. Untuk korban yang mendapat perawatan, jumlahnya mencapai 13 orang.

Data Korban Mengungsi dan Terisolasi
Pemerintah Kabupaten Agam juga merilis data terbaru mengenai korban mengungsi akibat bencana alam. Jumlah korban mengungsi yang terdata kemarin berkurang menjadi 4.117 orang. Sementara itu, jumlah warga yang masih terisolasi hingga saat ini mencapai 988 orang.
Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah warga terdampak atau terisolasi telah berkurang dari 2.828 jiwa pada hari Senin malam menjadi 988 orang. Hal ini menunjukkan upaya pemerintah dalam mempercepat proses pemulihan dan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar