Persiapan Natal 2025 di Katedral Tanjung Selor Dimulai Sejak Masa Adven
Pada tahun 2025, umat Katolik di Tanjung Selor mulai mempersiapkan perayaan Natal melalui masa Adven yang dimulai sejak 30 November lalu. Masa Adven ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan persiapan Natal yang akan berlangsung selama empat minggu sebelum hari raya Natal pada 25 Desember.
Perayaan Natal di Katedral Santa Maria Assumpta Tanjung Selor akan dimulai lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jadwal misa malam Natal dijadwalkan berlangsung pada pukul 19.00–20.00 Wita, sedangkan misa pagi akan dilaksanakan sekitar pukul 08.00 atau 09.00 Wita. Penyesuaian jadwal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan jumlah umat yang hadir.
Uskup Tanjung Selor, Mgr Paulinus Yan Olla MSF, menjelaskan bahwa saat ini umat Katolik sedang fokus pada renungan dan pendalaman hidup Kristiani selama masa Adven. Di lingkungan keuskupan, pastor, suster, hingga umat lainnya berkumpul dalam kelompok kecil untuk membaca kitab suci, merenungkan, serta berbagi makna-makna yang terkandung dalam kitab suci tersebut.
Rangkaian Perayaan Natal yang Menarik
Rangkaian perayaan Natal di Katedral Santa Maria Assumpta tidak hanya terbatas pada misa, tetapi juga mencakup berbagai aktivitas seperti lagu-lagu, tarian, dan baptis yang disiapkan khusus untuk malam Natal. Uskup Paulinus juga menyebutkan bahwa dekorasi Natal di gereja akan disesuaikan dengan berbagai gaya etnis yang ada di wilayah tersebut.
Tahun lalu, dekorasi Natal memiliki nuansa Tionghoa dengan lampion khas Tionghoa. Namun, untuk tahun 2025, belum diketahui secara pasti apa gaya dekorasi yang akan digunakan. Biasanya, dekorasi Natal juga mengambil inspirasi dari budaya Toraja atau daerah Timur.
Katedral Tanjung Selor menjadi pusat perayaan bagi 12 stasi yang berada di Wilayah Sekatak, Tanah Kuning, Pimping, hingga kilometer 57 arah Berau. Stasi yang paling jauh adalah di Pimping, sedangkan untuk wilayah Tanah Kuning dan Berau, masing-masing memiliki stasi sendiri.

Pesan Natal Nasional yang Menginspirasi
Mgr Paulinus Yan Olla MSF juga menyampaikan pesan Natal nasional dari Konferensi Wali Wisata (KWI) dan Pengurus Gereja Indonesia (PGI) tahun ini yang bertema “Allah Hadir dan Menyelamatkan dalam Keluarga.” Pesan ini menekankan pentingnya membangun kehidupan keluarga yang sehat sebagai jawaban atas berbagai masalah sosial seperti perceraian, judi online, dan narkoba.
Menurut Uskup Paulinus, makna Natal bukan hanya sekadar menyambut kelahiran Yesus, tetapi juga menjadi keselamatan bagi manusia yang sedang terpuruk. Ia menegaskan bahwa dalam merayakan Natal, umat Katolik harus menjaga semangat iman tanpa adanya kata putus asa.

Tradisi dan Harapan Bersama
Tradisi perayaan Natal di Katedral Tanjung Selor telah menjadi bagian dari kehidupan umat setempat. Meskipun beberapa wilayah lain menggelar misa hingga tiga atau empat kali, Katedral Tanjung Selor belum pernah mengalami lonjakan serupa. Namun, penyesuaian jadwal misa dilakukan untuk memastikan semua umat dapat merayakan Natal dengan nyaman.
Dengan tema Natal yang mengedepankan keluarga dan keselamatan, harapan besar ditempatkan pada perayaan Natal 2025 ini. Umat Katolik di Tanjung Selor dan sekitarnya diharapkan bisa merayakan Natal dengan penuh makna dan kebersamaan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar