
nurulamin.pro - Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil melontarkan kecaman keras terhadap serangan militer Amerika Serikat yang terjadi pada Sabtu 3 Januari. Pemerintah Venezuela menilai aksi tersebut sebagai upaya memaksakan perang kolonial yang bertujuan merusak sistem republik serta mendorong perubahan kekuasaan di negara Amerika Selatan itu.
Dalam pernyataan resminya, Gil menilai langkah Washington dilakukan melalui kerja sama dengan kelompok elite yang ia sebut sebagai oligarki fasis. Menurutnya, strategi semacam itu bukan hal baru dan selalu berakhir dengan kegagalan, termasuk pada upaya-upaya sebelumnya yang menargetkan Venezuela.
Gil juga menilai serangan tersebut melanggar prinsip dasar hukum internasional. Ia menyebut tindakan militer Amerika Serikat sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berpotensi mengganggu perdamaian global serta stabilitas kawasan.
Pemerintah Venezuela secara tegas menolak dan mengecam agresi militer tersebut, sekaligus melaporkannya kepada komunitas internasional. Gil menegaskan bahwa serangan itu sangat serius karena menyasar wilayah negara dan warga sipil Venezuela, baik di pusat pemerintahan maupun daerah lain.
"Upaya memaksakan perang kolonial untuk menghancurkan bentuk pemerintahan republik dan memaksakan 'perubahan rezim', dengan bersekutu bersama oligarki fasis, akan gagal sebagaimana semua upaya sebelumnya telah gagal," kata Gli dalam pernyataannya.
Menurut keterangan resmi, serangan militer itu menargetkan sejumlah lokasi sipil dan militer di Caracas, serta beberapa negara bagian seperti Miranda, Aragua, dan La Guaira. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko besar bagi keselamatan masyarakat.
Gil menambahkan bahwa agresi tersebut berpotensi mengancam stabilitas kawasan Amerika Latin dan Karibia secara luas. Ia menilai jutaan nyawa berada dalam kondisi berbahaya akibat eskalasi militer yang terus meningkat.
Pemerintah Venezuela juga menuding motif utama serangan itu berkaitan dengan kepentingan ekonomi. Gil menyebut Amerika Serikat berupaya menguasai sumber daya strategis Venezuela, terutama minyak dan mineral, sekaligus melemahkan kedaulatan politik negara tersebut. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tujuan itu tidak akan tercapai.
"Republik Bolivarian Venezuela menolak, mengecam, dan mengadukan kepada komunitas internasional agresi militer sangat serius yang dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat saat ini terhadap wilayah dan penduduk Venezuela," kata Gil.
Sebagai langkah respons, Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah menandatangani dekret yang menetapkan Status Gangguan Eksternal di seluruh wilayah nasional. Kebijakan tersebut diberlakukan untuk melindungi warga negara serta memastikan seluruh lembaga pemerintahan tetap berjalan.
Sebelumnya, media setempat melaporkan terdengarnya sejumlah ledakan keras di ibu kota Caracas pada hari yang sama, seiring meningkatnya ketegangan antara Venezuela dan Amerika Serikat. Situasi tersebut memicu kepanikan di sejumlah wilayah.
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepulan asap tebal di beberapa titik kota Caracas, disertai suara sirene serangan udara yang terdengar jelas.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menulis di platform Truth Social bahwa pasukan AS telah melancarkan operasi militer ke Venezuela dan mengklaim telah menangkap Presiden Nicolas Maduro. Klaim tersebut langsung memicu reaksi keras dari pemerintah Venezuela dan menambah ketegangan internasional.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar