Venezuela minta rapat darurat DK PBB usai serangan Amerika Serikat

nurulamin.pro.CO.ID, JAKARTA -- Venezuela, Sabtu (3/1), meminta digelarnya rapat darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyusul serangan Amerika Serikat (AS) terhadap negara tersebut. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil.

“Sebagai respons atas agresi kriminal yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat terhadap bangsa kami, kami telah meminta rapat darurat Dewan Keamanan PBB, badan yang bertanggung jawab menegakkan hukum internasional,” kata Gil melalui Telegram.

Ia menegaskan tidak ada serangan pengecut yang mampu mengalahkan kekuatan rakyat Venezuela. Menurutnya, rakyat Venezuela akan tetap bertahan dan keluar sebagai pemenang.

Pemerintah Venezuela menuduh Amerika Serikat menyerang fasilitas sipil dan militer di sejumlah negara bagian, serta menetapkan status darurat nasional.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi adanya serangan dalam skala besar melalui platform media sosial Truth Social.

Dalam pernyataannya, Trump mengeklaim Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya telah ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri.

Presiden AS Donald Trump mengakui bahwa Amerika Serikat telah melancarkan serangan militer terhadap Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro. "Amerika Serikat telah berhasil melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela," kata Trump di platform Truth Social, Sabtu (3/1).

"Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara itu," katanya, menambahkan.

Klaim Trump terkait penangkapan Maduro belum dapat diverifikasi secara independen.

Trump mengatakan akan ada konferensi pers tentang serangan itu di kediamannya di Mar-a-Lago, Florida, pada pukul 11.00 waktu setempat (23.00 WIB).

Rakyat Venezuela dikejutkan dengan sejumlah ledakan dahsyat di beberapa wilayah negara itu pada Sabtu dini hari di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS, media setempat melaporkan.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan asap tebal terlihat di beberapa tempat di ibu kota Caracas dan sirene serangan udara terdengar.

Dilaporkan pula sedikitnya ada tujuh ledakan dan jet-jet tempur terlihat terbang rendah.

Listrik padam di beberapa kawasan di Caracas, termasuk bagian selatan kota yang dekat dengan pangkalan militer utama.

Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil pada Sabtu mengecam keras agresi militer AS terhadap negaranya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan