Video - Bali Dihantam Banjir Bandang, BMKG: Curah Hujan Tinggi 11-18 Des 25

Video - Bali Dihantam Banjir Bandang, BMKG: Curah Hujan Tinggi 11-18 Des 25

Banjir Dahsyat di Bali Timur Akibat Hujan Ekstrem

Hujan deras yang mengguyur wilayah Bali Timur sejak hari Kamis (11/12/2025) memicu banjir besar di beberapa desa di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Banjir ini terjadi akibat meluapnya sungai-sungai setempat, termasuk Tukad Betel, yang tidak mampu menampung debit air yang sangat tinggi. Akibatnya, puluhan rumah warga, jalan raya, lahan pertanian, peternakan, kendaraan, serta fasilitas sekolah terendam lumpur dan air bah.

Video yang diunggah oleh akun Climate Review di platform X pada malam hari menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Rekaman pertama menampilkan sebuah jembatan yang terendam banjir dengan air yang mengalir deras dan membawa banyak lumpur. Sementara itu, video lainnya menunjukkan arus banjir yang sangat kuat hingga menyebabkan sebuah mobil terperosok dan terseret arus.

Menurut laporan dari Kompas.com, banjir mulai terjadi sekitar pukul 13.30 Wita. Dampaknya sangat luas, mencakup puluhan rumah warga, jalan raya, lahan pertanian, hingga fasilitas sekolah yang terendam. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, membenarkan kejadian tersebut dan sedang melakukan penanganan darurat.

Dampak banjir juga meluas hingga ke ruas jalan nasional di Pangitebel. Luapan Tukad Betel menyebabkan genangan tinggi yang membuat arus lalu lintas menuju Denpasar sempat macet total selama satu jam. Meski demikian, air di sebagian besar lokasi seperti jalur Bengkel dan beberapa pemukiman dilaporkan telah surut pada malam hari.

Bencana ini terjadi bersamaan dengan peringatan cuaca ekstrem yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar. BMKG meminta masyarakat Bali untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi akibat munculnya Bibit Siklon Tropis 93S dalam periode 11 hingga 18 Desember 2025. Kondisi ini menjadi pemicu utama curah hujan sangat tinggi dan meningkatnya debit air sungai di Bali Timur.

Penyebab Banjir yang Mengkhawatirkan

Curah hujan yang sangat tinggi adalah faktor utama penyebab banjir di Bali Timur. Sungai-sungai yang biasanya mampu menampung air hujan kini tidak mampu lagi menahan debit air yang begitu besar. Hal ini terjadi karena intensitas hujan yang tidak biasa dan durasi yang panjang.

Selain itu, adanya Bibit Siklon Tropis 93S yang berada di sekitar wilayah Bali juga memperparah kondisi cuaca. Pergerakan siklon ini memengaruhi pola angin dan curah hujan, sehingga menghasilkan hujan yang sangat lebat dan berkepanjangan. Ini membuat permukaan tanah tidak mampu menyerap air secara optimal, sehingga air langsung mengalir ke sungai dan akhirnya meluap.

Dampak yang Terjadi

Banjir ini tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat. Banyak rumah warga yang terendam, termasuk tempat-tempat ibadah dan fasilitas umum. Jalan-jalan utama yang terkena banjir menyebabkan kemacetan parah, terutama di area yang dekat dengan sungai. Kendaraan yang terperangkap dalam banjir juga menjadi ancaman bagi keselamatan pengemudi dan penumpang.

Selain itu, lahan pertanian dan peternakan yang terkena banjir juga mengalami kerugian besar. Tanaman yang tumbuh di areal tersebut rusak, sementara ternak terancam terkena penyakit akibat lingkungan yang basah dan kotor. Fasilitas sekolah juga terdampak, sehingga proses belajar mengajar terhenti sementara waktu.

Upaya Penanganan Darurat

BPBD Karangasem dan instansi terkait lainnya sedang bekerja keras untuk menangani bencana ini. Mereka melakukan evakuasi warga yang terancam banjir dan memberikan bantuan logistik kepada korban. Pihak berwenang juga memastikan bahwa semua jalur penting dapat segera dibuka kembali agar arus lalu lintas kembali lancar.

Selain itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan menghindari daerah-daerah yang rawan banjir. Mereka juga diminta untuk menjauhi aliran air yang deras dan tidak mengambil risiko yang berbahaya.

Langkah Pencegahan di Masa Depan

Untuk menghindari kejadian serupa di masa depan, diperlukan langkah-langkah pencegahan yang lebih efektif. Salah satunya adalah penguatan sistem drainase dan pembuatan tanggul di sekitar sungai-sungai yang rentan meluap. Selain itu, pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama di daerah aliran sungai, agar tidak terjadi penyumbatan yang memperparah banjir.

Peningkatan kesadaran masyarakat tentang bahaya banjir juga sangat penting. Edukasi tentang cara menghadapi bencana alam dan persiapan darurat harus terus dilakukan agar masyarakat siap menghadapi situasi yang tidak terduga.

Kesimpulan

Banjir di Bali Timur akibat hujan ekstrem menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih waspada terhadap perubahan iklim dan cuaca yang semakin tidak menentu. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi terkait, diharapkan bencana seperti ini bisa diminimalkan dampaknya. Selain itu, perlunya investasi dalam pengelolaan lingkungan dan mitigasi bencana akan menjadi kunci untuk membangun masyarakat yang lebih tangguh terhadap ancaman alam.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan