Banjir Bandang di Pulau Sumatra dan Video yang Menyesatkan
Hujan lebat yang berlangsung selama beberapa hari telah menyebabkan banjir bandang dan longsor yang menimbulkan korban jiwa di Pulau Sumatra. Namun, ada sebuah video yang beredar di media sosial yang menunjukkan jembatan ambruk akibat arus sungai yang meluap. Video tersebut tidak direkam di Indonesia, seperti yang diberitakan dalam klaim tertentu. Faktanya, video itu diambil di Vietnam saat sebuah jembatan gantung di negara tersebut hanyut karena banjir pada 20 November.
Pada postingan TikTok yang diunggah pada 26 November 2025, terdapat keterangan: "Update terbaru 26 November Kota Sibolga". Tulisan dalam video menunjukkan sekelompok orang menyaksikan jembatan dihantam oleh banjir, dengan tulisan: "Detik-detik jembatan terbawa arus sungai yang meluap".
Video ini mulai beredar di akhir November setelah hujan intensitas tinggi mengakibatkan banjir bandang dan longsor di beberapa provinsi di Sumatra. Otoritas setempat menyatakan bahwa bencana ini telah menyebabkan sedikitnya 991 orang meninggal dunia, 222 orang masih hilang, dan sekitar 1 juta penduduk harus mengungsi.
Kritik terhadap pemerintah Indonesia muncul dari publik, yang menganggap bahwa pihak otoritas mengabaikan seruan untuk menyatakan bencana nasional. Beberapa korban bencana juga menuduh para pejabat hanya melakukan "wisata bencana" dan gagal menangani krisis secara efektif.
Dampak Cuaca Ekstrem di Asia Tenggara
Dua sistem cuaca besar, yaitu Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B, memicu hujan intensitas tinggi di Indonesia, Sri Lanka, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Musim hujan monsun yang biasanya sangat diandalkan oleh para petani kini menjadi lebih tidak menentu akibat perubahan iklim. Fenomena ini membuat daerah-daerah di Asia Tenggara rentan terhadap bencana alam yang semakin mematikan.
Para aktivis lingkungan dan pemerintah Indonesia juga menyoroti peran hutan dalam mencegah banjir bandang dan tanah longsor. Hilangnya hutan menyebabkan material lumpur mengalir ke desa-desa, memaksa penduduk untuk menyelamatkan diri ke atap rumah.
Penjelasan Mengenai Video Jembatan yang Beredar
Video yang sama juga dibagikan di TikTok dan Facebook. Meskipun banjir dan longsor telah menghancurkan banyak jembatan di Sumatra, termasuk jembatan yang menghubungkan Padang Sidempuan dengan Sibolga, video yang beredar tidak direkam di Indonesia.

Jembatan di Vietnam yang Terkena Banjir
Dalam video tersebut, rambu-rambu jalan di dekat jembatan menunjukkan informasi seperti "0,5 T" dan "CU PH THIN. DI 120m. RNG 2m". Rambu-rambu ini merujuk pada batas berat, panjang, dan lebar Jembatan Phu Thien, sebuah jembatan gantung di atas Sungai Da Nhim di Provinsi Lam Dong, Vietnam.
Gambar jembatan dari Google Street View yang diambil pada 2022 cocok dengan bagian-bagian yang tampak dalam video tersebut.

Sebuah pencarian gambar terbalik menemukan rekaman yang diambil dari sudut yang berbeda, yang juga ditayangkan dalam laporan tentang banjir dan longsor yang menghantam Vietnam tengah pada 20 November.

VietNamNet, sebuah media daring Vietnam yang terafiliasi dengan Kementerian Informasi dan Komunikasi negara tersebut, melaporkan bahwa pihak otoritas di Lam Dong menyampaikan bahwa jembatan gantung Phu Thien "hanyut oleh arus banjir dari hulu" pada 20 November.
Sebelumnya, AFP juga sudah menyanggah misinformasi lain tentang banjir Sumatra di sini dan sini.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar