Video Orang Utan Melintasi Jalan di Kutai Timur, Isu Deforestasi Muncul

Video Orang Utan Melintasi Jalan di Kutai Timur, Isu Deforestasi Muncul

Video Orang Utan Menyebrang Jalan Raya di Kutai Timur Memicu Kekhawatiran

Video yang menampilkan seekor Orang Utan berjalan lambat menyebrang jalan raya di Kutai Timur, Kalimantan Timur, viral di media sosial. Kejadian ini memicu kekhawatiran warganet terkait hilangnya habitat akibat deforestasi dan perburuan. Video tersebut ditonton lebih dari 52.500 kali, dengan banyak komentar yang meminta pihak berwenang segera melakukan penyelamatan dan rehabilitasi.

Peristiwa Viral dan Respons Warganet

Video yang diunggah oleh akun Instagram @kaltiminfo_id menunjukkan Orang Utan yang berjalan di tengah kondisi hujan dan lalu lintas ramai. Bahkan, sebuah mobil terlihat berhenti untuk memberi jalan kepada hewan tersebut. Banyak warganet mengungkapkan kekhawatiran mereka atas situasi ini. Salah satu komentar menyebutkan, "Ya Allah, terus mereka (Orang Utan) tinggal di mana?" Sementara itu, beberapa pengguna media sosial meminta bantuan pada pihak terkait untuk melakukan rehabilitasi atau penyelamatan Orang Utan.

Deforestasi di Kalimantan Timur

Kutai Timur menjadi kabupaten dengan deforestasi tertinggi di Kalimantan Timur pada 2024. Dalam kajian Auriga, deforestasi didefinisikan sebagai hilangnya tutupan hutan alam. Hutan alam mencakup hutan primer dan sekunder. Namun, hilangnya tutupan pada kebun kayu atau hutan tanaman tidak dihitung sebagai deforestasi dalam definisi Auriga.

Pada 2024, Kalimantan Timur mencatat deforestasi sebesar 44.483 hektare, jauh meningkat dari tahun sebelumnya yang berada di angka 28.633 hektare. Dari seluruh Indonesia, 68 kabupaten dengan deforestasi lebih dari 1.000 hektare. Dominasi terbesar ada di Kalimantan, dengan 9 dari 10 kabupaten dengan deforestasi terluas berada di pulau tersebut.

Berikut daftar sepuluh besar kabupaten dengan deforestasi terluas:

  • Kutai Timur – 16.578 ha
  • Berau (Kaltim) – 9.378 ha
  • Ketapang (Kalbar) – 9.115 ha
  • Musi Banyuasin (Sumsel) - 8.517 ha
  • Kutai Kartanegara (Kaltim) – 7.887 ha
  • Kapuas Hulu (Kalbar) – 7.340 ha
  • Kutai Barat (Kaltim) – 6.364 ha
  • Kapuas (Kalteng) – 5.589 ha
  • Sanggau (Kalbar) – 5.336 ha
  • Katingan (Kalteng) – 4.809 ha

Dengan kata lain, Kalimantan tidak hanya memimpin dari segi provinsi, tetapi juga mendominasi tingkat kabupaten.

Tanggapan Gubernur Kaltim Soal Deforestasi

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, memberikan tanggapannya soal tambang dan deforestasi di Kaltim. Ia menjelaskan bahwa banjir sudah terjadi sejak masa lampau, jauh sebelum industri pertambangan berkembang pesat di Bumi Etam. Pertambangan, menurut Rudy, merupakan bagian dari investasi sehingga pihaknya tidak anti terhadap tambang.

Selain itu, Rudy juga menjelaskan potensi besar Kalimantan Timur sebagai daerah penghasil sumber daya alam. Menurutnya, Kaltim memiliki kekayaan melimpah mulai dari tambang, hutan, perkebunan, hingga minyak dan gas bumi yang perlu dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat secara luas.

Kerusakan Lingkungan dan Kewenangan Pemerintah

Rudy menjelaskan luas hutan Kaltim mencapai 8,5 juta hektare. Meskipun ada kerusakan lingkungan yang terjadi, luasannya relatif kecil dibandingkan total kawasan hutan yang ada. "Luasnya, kalau teman-teman kemarin menyampaikan kerusakan lingkungan, iya. Tetapi kalau dibandingkan dengan luasnya tentu jauh ya, hanya mungkin kurang lebih sekitar 40 ribu atau 60 ribu hektare dibandingkan dengan 8 juta, itu kira-kira 0,0 sekian persen," jelas Rudy.

Dia menjelaskan bahwa pengelolaan kehutanan merupakan domain Kementerian Kehutanan, bukan kewenangan pemerintah provinsi. Selain itu, Rudy menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan upaya mitigasi potensi bencana. Pemprov Kaltim telah berkoordinasi dengan Forkopimda untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terburuk.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan