Video Viral Janjikan 10 Rumah untuk Nenek Elina, Ketum Madas: Hanya Pendapat Pribadi

Penjelasan Ormas Madura Asli Terkait Pernyataan Viral

SURABAYA – Ormas Madura Asli (Madas) memberikan pernyataan resmi terkait video yang viral beberapa waktu lalu. Dalam video tersebut, salah satu anggota ormas ini, yaitu Nurul Huda, ketua Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Madas, menyampaikan pernyataan yang menjanjikan 10 rumah dan satu karung emas kepada nenek Elina Wijayanti. Pernyataan itu muncul sebagai respons atas kritik netizen setelah kasus pembongkaran rumah nenek tersebut.

Dalam video yang beredar, Nurul Huda menantang Wakil Wali Kota Surabaya Armuji untuk menjawab sebuah pertanyaan dengan imbalan yang sangat besar bagi nenek Elina. Ia mengatakan bahwa jika Armuji dapat menjawab dengan benar, maka dirinya akan membangunkan 10 rumah dan memberikan emas satu karung kepada nenek tersebut. Nada amarah terdengar jelas dalam pernyataannya.

Respons Atas Stigma Negatif

Nurul Huda menjelaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan bentuk luapan emosi akibat stigma negatif yang terus-menerus menyerang masyarakat Madura di media sosial. Ia merasa bahwa tuduhan-tuduhan yang berkembang telah menyudutkan organisasinya dan warga Madura secara umum.

“Tidak lebih dan tidak kurang, itu hanya bentuk melupakan emosi kami terhadap tuduhan-tuduhan yang terus-menerus menyerang kami dan seluruh masyarakat Madura,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kritik tegas yang diberikan oleh berbagai pihak, termasuk praktisi hukum, terkait opini-opini yang ia sampaikan dalam video tersebut.

Evaluasi Dan Klarifikasi

Menanggapi kegaduhan yang terjadi, Ketua Umum DPP MADAS Sedarah, Moh Taufik, menegaskan bahwa pernyataan Nurul Huda tidak mewakili sikap resmi organisasi. Ia menyebut janji 10 rumah dan satu karung emas itu murni merupakan pendapat pribadi.

“Itu hanya (opini) pribadi, bukan mengatas namakan organisasi,” ujar Taufik saat dikonfirmasi.

Taufik menuturkan bahwa segala hujatan yang diterima Madas belakangan ini akan dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki diri. Ia menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk melakukan klarifikasi sebelum menilai buruk sebuah organisasi.

“Coba diklarifikasi, ditanyakan, apakah betul dari Madas atau tanyakan minimal KTA-nya (Kartu Tanda Anggota). Apakah ada tertulis tanda anggotanya dan apa betul itu kegiatan dalam keorganisasian Madas,” katanya.

Pihaknya berharap ke depan ormas Madas bisa lebih solid dan melakukan hal terbaik bagi masyarakat, meski ia menyadari bahwa niat baik tidak selalu dinilai positif oleh orang lain.

Langkah Ke Depan

Taufik menekankan bahwa organisasi Madas akan terus berupaya untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat dan menjaga reputasi yang baik. Ia berharap agar semua pihak dapat lebih memahami peran dan tujuan organisasi ini serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.

Dengan langkah-langkah evaluasi dan peningkatan transparansi, Madas berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi dalam membangun hubungan yang harmonis antara organisasi dan masyarakat.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan