Video viral kekerasan anak, dua siswi SD di Lampung bertengkar karena cinta

Video viral kekerasan anak, dua siswi SD di Lampung bertengkar karena cinta

Peristiwa Kekerasan Anak di Pringsewu Dipicu Masalah Asmara

Kasus kekerasan antar anak yang terjadi di Kabupaten Pringsewu, Lampung, menarik perhatian publik setelah video aksi baku hantam dua siswi SD viral di media sosial. Kejadian ini dipicu oleh masalah asmara yang berujung pada tindakan tidak terkendali.

Waktu dan Lokasi Kejadian

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 15 Desember 2025, sekitar pukul 15.00 WIB. Aksi kekerasan dilakukan di halaman parkir Masjid As Saadah, Pekon Tanjung Rusia, Kecamatan Pardasuka. Dua remaja putri, MS (11 tahun) dan FKI (11 tahun), terlibat dalam kejadian ini. Keduanya merupakan warga Kecamatan Pardasuka.

Penanganan Polisi

Setelah video tersebut viral, pihak kepolisian langsung melakukan langkah-langkah penanganan. Mereka mendatangi lokasi kejadian, meminta keterangan dari para pihak yang terlibat, serta berkoordinasi dengan aparatur pekon. Pada Senin malam sekitar pukul 21.30 WIB, polisi melakukan mediasi di rumah orang tua FKI.

Hasil mediasi menunjukkan bahwa kedua belah pihak sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Namun, surat pernyataan perdamaian belum dibuat karena masih menunggu hasil pemeriksaan medis terhadap kondisi FKI pasca-kejadian.

Dugaan Awal Penyebab Kekerasan

Berdasarkan hasil pendalaman sementara, polisi menduga kejadian ini dipicu oleh persoalan asmara. MS diduga tidak terima diputuskan oleh pacarnya. Sementara itu, FKI disangka memiliki hubungan khusus dengan mantan pacar MS.

Namun, menurut keterangan yang diperoleh, korban tidak memiliki hubungan apa pun dengan mantan pacar MS. Ia hanya saudara sepupu dari mantan pacar tersebut.

Sebelum kejadian, MS diduga menghubungi FKI melalui pesan singkat dan mengajaknya bertemu. Meski tidak saling mengenal sebelumnya, FKI datang ke lokasi bersama seorang rekannya. Namun, setibanya di lokasi, korban justru mengalami kekerasan hingga kejadian tersebut terekam dan viral di media sosial.

Imbauan Kepada Remaja dan Orang Tua

Kapolsek Pardasuka, Iptu Bastari Supriyanto, mengimbau para remaja agar tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan, terlebih di tengah pengaruh media sosial yang kerap memicu emosi sesaat. Ia menegaskan bahwa setiap permasalahan, termasuk pergaulan dan asmara, harus diselesaikan dengan cara bijak dan mengedepankan komunikasi.

Ia juga menegaskan bahwa tindakan kekerasan, meskipun dilakukan oleh anak di bawah umur, tetap memiliki konsekuensi hukum dan dapat berdampak panjang bagi masa depan pelaku maupun korban. “Anak-anak harus belajar mengendalikan emosi dan tidak mudah terprovokasi. Kekerasan bukan solusi, justru akan merugikan diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.

Selain kepada para remaja, Bastari menyampaikan pesan khusus kepada para orang tua. Ia menyarankan agar orang tua lebih aktif mengawasi pergaulan anak, baik di lingkungan sekitar maupun di ruang digital. Menurutnya, keterbukaan komunikasi antara orang tua dan anak menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya konflik dan tindakan menyimpang.

“Peran orang tua sangat penting. Luangkan waktu untuk mendengarkan keluh kesah anak, awasi penggunaan media sosial, serta tanamkan nilai saling menghormati sejak dini,” katanya.

Harapan Bersama

Bastari berharap dengan keterlibatan bersama antara keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat, kasus kekerasan antar remaja dapat dicegah. Dengan demikian, anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman dan sehat.

Video aksi kekerasan yang melibatkan dua siswi saling baku hantam di Kabupaten Pringsewu, Lampung, viral di media sosial. Dalam rekaman berdurasi sekitar 20 detik itu, seorang remaja terlihat menjadi korban penganiayaan oleh teman sebayanya. Dalam video yang beredar, korban tampak dipukul dan dijambak hingga terjatuh ke tanah. Sejumlah remaja lain yang berada di lokasi justru hanya menonton dan merekam kejadian tersebut tanpa berusaha melerai. Beberapa di antaranya bahkan terlihat tertawa.

Aksi dua siswi SD yang baku hantam itu menuai kecaman dari warganet. Banyak netizen menyayangkan terjadinya kekerasan tersebut, terlebih dilakukan oleh anak-anak di bawah umur.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan