
Fasilitas Videotron di Pasar Binaiya Masohi Tidak Berfungsi Secara Optimal
Fasilitas publik berupa videotron yang terpasang di Pasar Binaiya Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, tampaknya tidak berjalan sesuai harapan. Layar monitor berukuran 1 x 1,5 meter tersebut seharusnya menjadi sarana penting untuk memberikan informasi harga komoditas pangan secara merata kepada para pedagang dan pengunjung pasar.
Dalam laporan yang diterima, informasi yang ditampilkan pada videotron tersebut bertujuan untuk menjadi patokan harga bagi para pedagang. Namun, saat berita melakukan peninjauan, layar monitor tersebut tampak gelap dan tidak menampilkan apa pun. Hal ini terjadi pada hari yang sama, sekitar pukul 15.37 WIT.
Meskipun begitu, beberapa saat kemudian petugas mulai mengaktifkan videotron tersebut. Kondisi ini memicu pertanyaan tentang kesesuaian pernyataan pejabat dengan realitas di lapangan.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Maluku Tengah, Erny Rahman, sebelumnya membantah bahwa fasilitas videotron tersebut tidak aktif. Ia bahkan menyampaikan bukti bahwa videotron tersebut tetap berfungsi. Namun, kondisi yang dilihat oleh tim jurnalis menunjukkan sebaliknya.
Operator videotron, Idul, menyatakan bahwa ia yakin ada unsur kesengajaan dalam pencopotan kabel videotron. Menurutnya, setiap hari ia selalu mengaktifkan videotron tersebut. Pengaktifan dilakukan sekitar pukul 09.30 WIT hingga pukul 17.00 WIT, sesuai jam kerja.
"Harusnya aktif, diperkirakan aktif sekitar jam 09.30 pagi sampai jam 17.00," ujarnya.
Idul menjelaskan bahwa sebelum videotron diaktifkan, ada petugas dari Disperindag yang mendata harga komoditas pangan sesuai update harga harian. Setelah itu, rata-rata harga dihitung dan ditampilkan di videotron. Ia juga mengaku menggunakan aplikasi online untuk mengedit data tersebut sebelum diinput ke layar.
Namun, meski videotron telah aktif, Idul mengakui bahwa pedagang masih enggan mengikuti patokan harga yang ditampilkan. Ia menjelaskan bahwa di pasar terdapat zona merah dan zona hijau. Zona merah merupakan wilayah di mana pedagang menjual barang dengan harga tinggi, sementara zona hijau adalah wilayah di mana harga lebih rendah.
Penyebab Tidak Aktifnya Videotron
Beberapa faktor mungkin menjadi penyebab videotron tidak berfungsi optimal. Pertama, masalah teknis seperti kabel yang rusak atau terputus bisa menjadi alasan utama. Kedua, kurangnya pengawasan terhadap pengoperasian videotron dapat menyebabkan ketidakteraturan dalam penggunaannya. Ketiga, kurangnya koordinasi antara operator dan petugas yang bertugas mendata harga komoditas bisa memengaruhi akurasi data yang ditampilkan.
Selain itu, adanya zona merah dan hijau di pasar menunjukkan bahwa pedagang belum sepenuhnya mematuhi patokan harga yang disediakan. Hal ini menunjukkan bahwa sistem informasi yang tersedia belum cukup efektif dalam mengubah perilaku pedagang.
Solusi yang Dapat Dilakukan
Untuk meningkatkan fungsi videotron sebagai alat informasi harga, beberapa langkah dapat diambil. Pertama, pihak terkait perlu melakukan evaluasi berkala terhadap kondisi dan pengoperasian videotron. Kedua, pelatihan tambahan bagi operator dan petugas pendata harga dapat dilakukan agar mereka lebih memahami prosedur penggunaan dan penginputan data. Ketiga, sosialisasi kepada pedagang tentang manfaat dan kepentingan patokan harga yang ditampilkan di videotron perlu ditingkatkan.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan videotron dapat berfungsi secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi para pedagang dan pengunjung pasar.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar