Vietnam Kenang Pertarungan Kim Sang-sik dengan Bintang Dunia, Mulai dari Thierry Henry hingga Zlatan

Pengalaman Luas Kim Sang-sik dalam Sepak Bola

Kim Sang-sik, pelatih kepala Timnas Vietnam, telah mencatatkan sejarah yang luar biasa dalam dunia sepak bola Asia Tenggara. Ia menjadi pelatih pertama yang berhasil membawa timnya meraih tiga gelar juara dalam satu tahun yang sama, yaitu ASEAN Cup, ASEAN Cup U-23, dan SEA Games. Kesuksesan ini dianggap sebagai pencapaian yang sangat berarti dan mendapatkan pujian dari media setempat.

Pengalaman luas Kim Sang-sik di dunia sepak bola menjadi salah satu faktor utama keberhasilannya saat ini. Sebelum menjadi pelatih, ia dikenal sebagai bek tengah yang kuat dan disiplin. Karier bermainnya dimulai di Korea Selatan, di mana ia bermain untuk tim nasional selama bertahun-tahun. Selama masa itu, ia menghadapi banyak legenda sepak bola dunia, seperti Xavi Hernandez dan Carles Puyol.

Perjalanan Karier Bermain

Pada tahun 2000, Kim Sang-sik dipanggil untuk berpartisipasi dalam Olimpiade Sydney sebagai pemain senior. Di ajang tersebut, ia berkesempatan melawan tim Olimpiade Spanyol yang memiliki bintang-bintang seperti Xavi dan Puyol. Dua tahun kemudian, ia kembali menjadi bagian dari tim nasional Korea Selatan yang berlaga dalam Piala Emas CONCACAF 2002.

Puncak karier internasional Kim Sang-sik terjadi pada Piala Dunia 2006 di Jerman. Ia terpilih masuk skuad Korea Selatan dan berada di grup yang sama dengan Prancis, yang memiliki generasi emas seperti Zinedine Zidane dan Thierry Henry. Dalam pertandingan tersebut, ia secara langsung berhadapan dengan Henry dan Zidane, dua ikon sepak bola dunia.

Selain itu, Kim Sang-sik juga pernah menghadapi Michael Ballack dalam pertandingan persahabatan internasional pada tahun 2004. Bahkan, ia sempat meninggalkan kesan dengan bertukar kaus dengan legenda Jerman tersebut. Pertemuan-pertemuan ini memperkaya pengalamannya dan membantu membentuk pola pikir defensif modern serta kemampuan membaca permainan.

Kehadiran di Piala Asia dan Klub

Pada tahun 2007, Kim Sang-sik terus mewakili tim nasional Korea Selatan di Piala Asia. Ia juga menjabat sebagai kapten dalam beberapa pertandingan, bermain bersama nama-nama besar seperti Park Ji-sung. Meskipun tidak lagi dipanggil secara rutin setelah periode ini, ia masih memiliki kesempatan untuk menghadapi bintang-bintang top, terutama Zlatan Ibrahimovic, dalam pertandingan internasional.

Di level klub, Kim Sang-sik menghabiskan tahun-tahun terakhir karier bermainnya bersama Jeonbuk Hyundai Motors, dan pensiun di sana pada tahun 2013. Setelah pensiun, ia beralih ke dunia kepelatihan, menjabat sebagai asisten pelatih di Jeonbuk dari tahun 2014 hingga 2020 sebelum secara resmi mengambil alih sebagai pelatih kepala.

Kesuksesan sebagai Pelatih

Sebagai pelatih kepala Jeonbuk, Kim Sang-sik memenangkan satu gelar juara K-League dan satu Piala FA, membuktikan kemampuannya sebagai pelatih di salah satu liga paling kompetitif di Korea Selatan. Pada tahun 2022, pelatih Kim Sang-sik melakukan perjalanan ke Vietnam bersama Jeonbuk untuk berpartisipasi dalam turnamen Liga Champions Asia. Di babak penyisihan grup, tim Korea Selatan itu bermain imbang 1-1 dengan HAGL, meninggalkan kesan yang kuat pada penggemar Vietnam dan memberi Kim Sang-sik kesempatan langka untuk secara langsung merasakan sepak bola Vietnam sebelum menjadi pelatih kepala tim nasional.

Pengalaman yang Membentuk Filosofi Sepak Bola

Dengan pengalaman internasionalnya yang luas, setelah menghadapi Xavi, Puyol, Zidane, Henry, Ballack, Ibrahimovic, dan sejumlah bintang kelas dunia lainnya, Kim Sang-sik membawa fondasi pengalaman yang unik bagi tim nasional Vietnam. Hal ini dianggap sebagai faktor penting dalam membantunya menyampaikan filosofi sepak bola modern, semangat kompetitif, dan persiapan psikologis kepada para pemain Vietnam ketika mereka melangkah ke panggung regional dan kontinental.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan