Viral berusia muda, pemilik properti ini pilih tidak naikkan sewa demi penyewa

Viral! di Tengah Lonjakan Harga Sewa, Pemilik Rumah Ini Menolak Naikkan Sewa dan Ini Alasannya.

Tribunnewsmaker - Seorang pemilik rumah muda berusia 21 tahun membagikan pandangannya yang tegas tentang kenaikan harga sewa, dengan menyatakan bahwa ia sangat menentang membebankan kenaikan suku bunga kepada penyewa, apa pun kondisinya.

Berikut aksi pemilik properti tolak naikan harga sewa

Lina Donnelly membeli properti pertamanya di Narrogin, wilayah tenggara Perth, pada Agustus 2024. Saat dibeli, rumah tersebut sudah ditempati oleh sebuah keluarga muda dengan biaya sewa $350 per minggu. Meski harga pasar di wilayah itu terus naik, Lina menegaskan bahwa ia tidak berniat menaikkan harga sewa.

Melalui sebuah video di TikTok, tukang listrik muda ini menjelaskan alasannya, meskipun ia mengaku kerap mendapat tekanan dari pengelola propertinya untuk menyesuaikan harga sewa dengan kondisi pasar.

“Saya percaya, tanggung jawab atas suku bunga sepenuhnya ada pada pemilik rumah,” kata Lina dalam videonya.

“Jika Anda memilih membeli rumah dan berinvestasi, maka Anda juga harus siap menanggung risikonya sendiri.”

Menurutnya, kenaikan suku bunga bukanlah kesalahan penyewa dan tidak seharusnya dibebankan kepada mereka.

“Tidak adil jika penyewa yang sudah kesulitan justru harus menanggung akibat dari keputusan investasi pemilik rumah,” ujarnya.

Lina menilai, selama penyewa merawat rumah dengan baik dan membayar kewajiban tepat waktu, tidak ada alasan untuk menaikkan sewa atau menggusur mereka. Ia juga mengingatkan bahwa mengejar tambahan uang sewa kecil justru bisa membawa masalah jangka panjang.

“Anda bisa saja menaikkan sewa $50 per minggu, tapi kemudian penyewa yang baik pergi. Setelah itu, Anda berisiko mendapatkan penyewa yang tidak bertanggung jawab dan menghadapi lebih banyak masalah,” jelasnya.

“Kalau Anda memperlakukan penyewa dengan baik, mereka juga akan memperlakukan Anda dengan baik.”

Ia menambahkan bahwa penyewa yang merasa dihargai cenderung tinggal lebih lama, merawat properti dengan lebih baik, serta memiliki hubungan yang lebih saling menghormati dengan pemilik rumah.

Menurut Lina, kenaikan sewa yang tidak perlu juga berkontribusi pada krisis perumahan dan tekanan biaya hidup yang saat ini dialami banyak warga Australia.

“Sebagai pemilik rumah sewa, kita punya tanggung jawab moral untuk peduli pada orang lain,” katanya.

“Kesuksesan atau kegagalan investasi adalah risiko pemilik rumah sendiri.”

Ia menegaskan bahwa selama biaya dasar properti masih tertutupi, harga sewa akan tetap ia pertahankan. Lina juga mengungkapkan bahwa pandangannya dipengaruhi oleh pengalaman pribadi.

Saat masih kecil, keluarganya pernah terpaksa pindah dari rumah sewaan karena kenaikan harga sewa yang tidak lagi terjangkau.

“Itu masa yang sangat sulit bagi keluarga kami, dan pengalaman itu benar-benar membekas,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah sikapnya akan berubah jika suku bunga kembali naik, Lina menjawab dengan tegas bahwa pendiriannya tidak akan goyah.

“Saya melihat sendiri dampak nyata dari kenaikan sewa terhadap kehidupan keluarga,” katanya.

“Banyak pemilik rumah menaikkan sewa hanya karena mereka bisa, bukan karena mereka harus.”

Ia mengaku telah menyusun perencanaan keuangan dengan matang, termasuk mempertimbangkan penguncian suku bunga, agar kenaikan biaya tidak berdampak pada penyewanya.

“Ini bagian dari tanggung jawab sebagai investor properti,” jelasnya.

“Kita seharusnya meneliti kebijakan bank sentral dan merencanakan keuangan dengan baik, bukan membebani penyewa.”

Meski begitu, Lina mengakui bahwa ada kondisi tertentu di mana kenaikan sewa bisa dibenarkan, misalnya jika properti mengalami renovasi besar. Namun, menaikkan sewa semata-mata karena harga pasar naik, menurutnya, bukan alasan yang kuat.

Ia juga mengungkapkan bahwa pengelola propertinya sempat mendorong kenaikan sewa karena harga pasar rumah serupa telah mencapai $450 per minggu. Namun Lina menolak.

“Mereka tentu mendapat komisi lebih besar jika sewa naik,” katanya.

“Tapi menurut saya, itu tidak benar secara moral.”

Pandangan Lina mendapat banyak dukungan dari warganet, yang memuji sikapnya dan menilai hubungan baik dengan penyewa sebagai sesuatu yang sangat berharga.

“Kita butuh lebih banyak pemilik rumah seperti kamu,” tulis salah satu pengguna.

“Seandainya kamu adalah pemilik rumah saya,” komentar lainnya.

Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan keberlanjutan strategi investasinya. Beberapa berpendapat bahwa kenaikan sewa wajar dilakukan untuk menyesuaikan inflasi, biaya perawatan, dan nilai pasar.

Meski begitu, bagi Lina, prinsipnya tetap jelas:

menjadi pemilik rumah bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga tentang tanggung jawab dan empati terhadap sesama.

Tribunnewsmaker | News.com.au | Aleyda Salsa Sabillawati

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan