Viral orang utan turun ke jalan di Kutai Timur dan diberi pisang oleh pengendara

Viral orang utan turun ke jalan di Kutai Timur dan diberi pisang oleh pengendara

Orang Utan Muncul di Pinggir Jalan, Warganet Ramai Beri Tanggapan

Sebuah video yang menampilkan seekor orang utan duduk santai di pinggir jalan di kawasan Kutai Timur, Kalimantan Timur (Kaltim), viral di media sosial. Dalam video tersebut, orang utan berukuran besar terlihat duduk di tepi jalan sementara sejumlah pengendara berhenti dan memberinya pisang.

Video ini awalnya diunggah oleh akun Facebook Noorwansyah Tri Satrio dan kemudian diunggah ulang oleh akun Instagram @ussfeeds. Cuplikan itu telah meraih lebih dari 19.500 likes, menunjukkan betapa populer dan menariknya peristiwa ini.

Reaksi Warganet

Warganet dibagi dua pendapat mengenai kejadian ini. Sebagian dari mereka prihatin karena kemunculan orang utan di jalan berkaitan dengan kerusakan habitat alaminya. Mereka menilai bahwa satwa liar terpaksa mendekati area aktivitas manusia untuk mencari makanan.

"Karena habitatnya dirusak, hewan manis yang tidak bersalah ini terkena dampaknya. Makanya dia turun ke jalan, dan terima kasih yang sudah memberi makan," tulis salah satu warganet.

Di sisi lain, ada juga yang mengingatkan bahwa memberi makan satwa liar di pinggir jalan berpotensi membahayakan keselamatan hewan tersebut. Mereka khawatir bahwa kebiasaan ini akan membuat orang utan terbiasa mendekati jalan raya, sehingga rentan terkena bahaya lalu lintas kendaraan.

"Kalau dibiasakan ngasih seperti itu dia pun akan jadi biasa ke pinggir jalan itu, berbahaya bagi keselamatannya karena lalu-lalang kendaraan," tulis warganet lainnya.

Penanganan oleh BKSDA Kaltim

Setelah dikonfirmasi, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, Ari Wibawanto, mengatakan bahwa pihaknya telah merespons peristiwa tersebut. BKSDA telah menurunkan tim sebanyak 4 orang dan akan dibantu oleh Pusat Penyelamatan Satwa Longsam dari Kabupaten Berau.

Saat ini, pihaknya belum mengetahui lokasi pasti munculnya orang utan tersebut. Namun, mereka akan melakukan pemantauan dan kemungkinan evakuasi agar orang utan tetap bisa hidup mandiri di habitat alaminya.

"Kita nanti lihat dari hasil monitoring teman-teman ke sana. Tapi kemungkinan akan kita lakukan evakuasi. Pilihannya apakah nanti translokasi atau rescue, kita lihat dari hasil kesehatan," ujarnya.

Menurut analisisnya, orang utan yang berjalan di pinggir Jalan Poros Bengalon - Kaliorang diduga memiliki jenis kelamin jantan desawa. Ciri-ciri orang utan jantan dewasa memiliki insting turun dari pohon untuk berpetualangan mencari makanan.

Habitat Alami Orang Utan Morio

Hutan yang berada di kawasan Jalan Poros Bengalon - Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur, merupakan habitat alami klaster tiga dan empat Orang Utan Morio. Menurut Ari Wibawanto, orang utan tersebut turun ke jalan karena kebiasaan masyarakat yang melintas sangat peduli dengan satwa dan memberi makan sehingga menjadi suatu hal yang lumrah bagi orang utan.

"Nanti dampaknya mereka, Orang Utan itu tidak bisa cari makan di hutan," pungkasnya.

Bahaya Kebiasaan Memberi Makan

Orang utan Morio termasuk dalam spesies yang cerdas. Dari pengalaman mereka diberi makan, mereka akan menjadi terbiasa melihat manusia atau mendekati manusia. Hal ini justru akan mengurangi insting alaminya untuk mencari makan di hutan, sehingga berpotensi menjadi kebiasaan buruk dan bergantung pada makanan dari manusia.

Dengan situasi ini, BKSDA Kaltim berharap masyarakat dapat memahami pentingnya menjaga jarak dan tidak memberi makan satwa liar di lingkungan alaminya. Upaya ini bertujuan untuk menjaga keberlangsungan hidup orang utan serta menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan tersebut.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan