
nurulamin.pro,
SURABAYA – Volume sampah yang dihasilkan selama perayaan malam tahun baru 2026 di Kota Surabaya, Jawa Timur, dilaporkan mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto, yang menyebut bahwa jumlah sampah yang dihasilkan tidak melebihi lima ton.
Menurut Dedik, penurunan volume sampah tersebut salah satunya disebabkan oleh aktivitas masyarakat yang lebih sederhana dalam merayakan malam tahun baru. Masyarakat tidak menggelar acara yang ramai dan meriah, sehingga mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan.
"Sampah yang dihasilkan tidak sampai 5 ton karena sudah ada imbauan dari wali kota untuk tidak mengadakan acara yang ramai. Hal ini dilakukan karena ada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Sumatra," ujarnya pada Jumat (2/1/2026).
Meski terdapat beberapa titik keramaian selama perayaan, jumlah sampah yang dihasilkan tidak terlalu signifikan. Beberapa lokasi yang menjadi tempat berkumpul masyarakat antara lain adalah Gedung Negara Grahadi, Taman Mundu, Kota Lama, dan Taman Suroboyo.
"Masyarakat banyak yang berkumpul di sana. Namun, sampah yang dihasilkan juga tidak terlalu banyak karena kita sudah mengimbau, dan imbauan tersebut dipatuhi oleh masyarakat Surabaya," tambahnya.
Beberapa jenis sampah yang paling banyak ditemukan oleh petugas kebersihan DLH Surabaya antara lain botol plastik, kardus karton, hingga sisa-sisa makanan. Meskipun demikian, Dedik menegaskan bahwa jumlah lima ton sampah tersebut murni berasal dari perayaan malam tahun baru, bukan dari sampah rumah tangga yang biasanya dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo.
"Perayaan malam tahun baru sebelumnya kurang lebih 14 ton. Jadi, 5 ton ini sampah timbulan dari kegiatan malam tahun baru, bukan sampah domestik yang rutin dihasilkan masyarakat. Itu berbeda," jelas Dedik.
Faktor Penyebab Penurunan Volume Sampah
Beberapa faktor utama yang menyebabkan penurunan volume sampah selama perayaan malam tahun baru 2026 antara lain:
-
Imbauan dari pemerintah
Wali kota memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak mengadakan acara yang ramai, sehingga mengurangi penggunaan barang sekali pakai seperti kemasan makanan atau alat perayaan. -
Perubahan perilaku masyarakat
Masyarakat lebih memilih merayakan malam tahun baru secara sederhana, tanpa menggelar acara besar-besaran yang biasanya menghasilkan sampah dalam jumlah besar. -
Kesiapan petugas kebersihan
Petugas kebersihan DLH Surabaya telah melakukan persiapan yang matang, termasuk pembersihan area-area yang sering digunakan masyarakat untuk berkumpul.
Jenis Sampah yang Paling Banyak Ditemukan
Selama perayaan malam tahun baru 2026, petugas kebersihan DLH Surabaya menemukan beberapa jenis sampah yang umum ditemui, yaitu:
-
Botol plastik
Botol minuman yang digunakan selama acara perayaan. -
Kardus karton
Kemasan makanan atau hadiah yang sering digunakan dalam acara perayaan. -
Sisa-sisa makanan
Sampah dari makanan yang tidak habis atau dibuang setelah acara.
Perbedaan dengan Perayaan Sebelumnya
Dedik Irianto menekankan bahwa jumlah sampah yang dihasilkan selama perayaan malam tahun baru 2026 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dalam perayaan sebelumnya, volume sampah mencapai sekitar 14 ton, sedangkan pada tahun ini hanya sekitar 5 ton.
"Jumlah ini murni berasal dari kegiatan malam tahun baru, bukan sampah rumah tangga yang biasa dikirim ke TPA Benowo," ujarnya.
Dengan adanya penurunan volume sampah, DLH Surabaya berharap masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan, baik saat merayakan hari besar maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar