Wakil Wali Kota Manado Minta Warga Hindari Rayakan Natal dan Tahun Baru 2026 Berlebihan

Wakil Wali Kota Manado Minta Warga Hindari Rayakan Natal dan Tahun Baru 2026 Berlebihan

Pemkot Manado Ajak Warga Rayakan Natal dengan Sederhana

Wakil Wali Kota Manado, Richard Sualang, memberikan imbauan kepada seluruh warga kota untuk merayakan Natal dan Tahun Baru 2026 dengan penuh kesederhanaan. Hal ini disampaikannya dalam sebuah pertemuan di Kantor Wali Kota Manado, Kelurahan Tikala Ares, Kecamatan Tikala, pada Rabu (24/12/2025). Ia menekankan pentingnya tidak melakukan perayaan secara berlebihan, mengingat kondisi sosial yang sedang dihadapi sebagian wilayah di Indonesia.

Richard menyampaikan ucapan selamat Natal dan Tahun Baru 2026 kepada seluruh warga Kota Manado yang merayakan momen tersebut. Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak masyarakat untuk menjunjung semangat Natal sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, Natal bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang berbagi kasih dan kepekaan terhadap penderitaan orang lain.

Imbauan ini juga merupakan bentuk empati dan solidaritas terhadap saudara-saudara di Sumatera yang tengah terdampak bencana alam. Richard menegaskan bahwa euforia perayaan tidak boleh dilakukan secara berlebihan, terutama saat situasi seperti ini. "Mari kita rayakan dengan tidak berlebihan," ujarnya.

Pemerintah Kota Tetap Siaga Selama Masa Libur

Pemerintah Kota Manado juga memastikan bahwa selama masa libur Natal dan Tahun Baru 2026, sejumlah unsur garda terdepan tetap siaga untuk melayani masyarakat. Mulai dari petugas rumah sakit dan puskesmas, personel pemadam kebakaran, Satpol PP, BPBD hingga para kepala lingkungan akan tetap waspada demi menjaga keamanan dan kenyamanan warga selama libur akhir tahun.

Richard Sualang juga menyatakan bahwa Pemkot Manado akan memberikan bantuan kepada para korban bencana alam di Sumatera. Hal ini disampaikan olehnya pada hari Selasa (23/12/2025) di kantor Wali Kota Manado. Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah kota terhadap peristiwa kemanusiaan. Menurutnya, saling menolong adalah bagian dari komitmen kesatuan NKRI.

Bantuan tersebut saat ini masih dalam proses administrasi dan akan diumumkan lebih lanjut mengenai daerah mana yang akan menerima bantuan tersebut.

Update Data Korban Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera

Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi (Kapusdatinkom) Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, telah memberikan update informasi terkait data korban bencana banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga Senin (22/12/2025), jumlah korban meninggal akibat bencana banjir Sumatra bertambah 16 jiwa. Sehingga total rekapitulasi korban jiwa akibat banjir Sumatra menjadi 1.106 jiwa.

Untuk korban yang hilang, jumlahnya berkurang sepuluh orang. Sehingga total korban yang hilang akibat banjir Sumatera menjadi 175 jiwa. Sementara itu, jumlah pengungsi korban bencana Sumatera per Senin menjadi 502.570 jiwa.

Abdul Muhari menyampaikan rasa belasungkawa dan simpati yang mendalam dari pemerintah, pemerintah daerah, serta seluruh warga negara Indonesia atas musibah yang menimpa masyarakat di Sumatera. "Innalillahi wa inna ilaihi rojiun," katanya dalam konferensi persnya di Graha BNPB, Jakarta.

Imbauan untuk Warga Manado

Richard Sualang juga mengimbau warga Manado yang merayakan Natal untuk tidak merayakan dengan berlebihan. Hal ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap para korban bencana di Sumatera. Ia berharap, dengan cara ini, warga Manado bisa menunjukkan keprihatinan mereka terhadap saudara-saudara mereka yang sedang berduka.

Dengan penyesuaian perayaan yang lebih sederhana, Richard berharap semangat Natal dapat terwujud dalam bentuk tindakan nyata, yaitu kepedulian dan solidaritas terhadap sesama.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan