
Wali Kota Semarang Ajak Warga Siaga Hadapi Ancaman Banjir
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengingatkan warga yang tinggal di sekitar sungai untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan segera melaporkan potensi bahaya jika ditemukan. Hal ini dilakukan setelah terjadi jebolnya tanggul Sungai Plumbon di Mangunharjo, Kota Semarang.
Selain itu, adanya prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan adanya lonjakan curah hujan hingga Februari mendatang. Agustina menekankan pentingnya kehati-hatian bagi warga yang tinggal di bantaran sungai, khususnya jika terjadi lonjakan arus yang cukup besar.
"Bagi warga yang bertempat tinggal dekat bantaran, agar berhati-hati apabila ada lonjukan arus yang cukup besar. Segera laporkan kepada lurah atau camat untuk bisa ditindaklanjuti OPD terkait. Kerja bakti dan kepedulian bersama menjadi kunci mencegah banjir," ujar Agustina pada Jumat (12/12/2025).
Penanganan Darurat Tanggul yang Jebol
Menurut Agustina, jebolnya tanggul Sungai Plumbon telah ditangani oleh Pemkot Semarang. Sejak laporan pasca hujan lebat yang terjadi Rabu (10/12) lalu diterima, tim gabungan dari Pemerintah Kota Semarang langsung membersihkan area terdampak sekaligus memulai pemasangan sandbag sebagai penanganan darurat.
Alat berat juga diturunkan guna mempercepat penutupan titik-titik jebol. "Sejak malam pertama, kami langsung turun bersama warga, TNI, dan Polri untuk membersihkan rumah terdampak. Pemasangan sandbag berlangsung sampai hari ini (Jumat, 12/12), dan kami targetkan penanganan darurat segera selesai," jelas Agustina.
Koordinasi dengan BBWS Pemali Juana
Selain itu, Pemkot Semarang juga memastikan adanya koordinasi intens dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana sebagai pemegang kewenangan sungai. Menurutnya, penanganan permanen mulai disiapkan BBWS, termasuk pengiriman material pasangan batu sebagai penguatan jangka panjang.
"Kami terus-menerus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan BBWS. Jadi, begitu kemarin dapat kabar tanggul jebol, kami langsung turun bersama untuk merumuskan penanganan darurat dan permanen. Hari ini BBWS mulai mendatangkan material untuk perbaikan permanen," katanya.
Upaya Pencegahan Sebelum Kejadian
Agustina menjelaskan bahwa upaya pencegahan telah dilakukan sebelum kejadian. Pihaknya, bersama masyarakat, kelurahan, dan kecamatan, sudah melakukan antisipasi terhadap potensi kerawanan tanggul. Kami bersama masyarakat, Lurah, dan Camat sudah melakukan antisipasi sejak awal. Beberapa karung sudah kami pasang untuk memperkuat titik-titik rawan di Plumbon, ujarnya.
Namun, karena kondisi tanggul yang sudah termakan usia dan tingginya intensitas hujan, tanggul tersebut mengalami kerusakan sepanjang 20 meter. "Tanggul yang usianya sudah tua tidak lagi mampu menghadapi derasnya arus saat hujan ekstrem. Limpasan besar dari kawasan Cangkiran dan Mijen menyebabkan tanggul jebol," jelasnya.
Pentingnya Kesiapsiagaan Masyarakat
Agustina juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat. Dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk proaktif menjaga lingkungan. "Kemungkinan mulai minggu ke dua Desember ini akan ada lonjakan curah hujan yang cukup lebat, cukup tinggi di Kota Semarang sehingga kita semua harus bersiap, yang pertama tetap kita jaga kebersihan saluran serta sungai dari sampah," pesannya.
Ia menegaskan, Pemkot Semarang berupaya melakukan penanganan cepat untuk memastikan keselamatan dan keamanan warga. "Ini bukan hanya soal tanggul yang jebol, tetapi soal keselamatan dan keamanan masyarakat. Kami akan terus bekerja maksimal agar dampaknya dapat tertangani dengan baik," imbuhnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar