
Target Bersihkan Sampah Malam Tahun Baru Pukul 02.00
Di Yogyakarta, Wali Kota Hasto menetapkan target agar sampah yang terjadi selama malam pergantian tahun dapat selesai dibersihkan paling lambat pukul 02.00 dini hari. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kota tetap bersih dan nyaman bagi warga serta pengunjung.
Hasto menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiagakan petugas di lima titik strategis untuk melakukan pemilahan dan pengangkutan sampah. Lima titik tersebut antara lain adalah kawasan Tugu, Titik Nol Kilometer Kota Yogyakarta, Stadion Kridosono, serta tempat khusus parkir seperti di Ngabean.
“Kami menyiagakan petugas di lima titik tersebut untuk memilah dan mengambil sampah. Kami berharap tidak sampai jam 2 sudah bersih,” ujarnya pada Rabu (31/12/2025) petang.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan di tempat-tempat yang berpeluang menjadi lokasi pembakaran kembang api. Dengan pengawasan ketat, diharapkan sampah yang timbul bisa segera diangkut tanpa menyebabkan kemacetan atau kekacauan.
“Saya memberi batas waktu hingga jam 2. Jika ada orang yang menyalakan kembang api pada jam 12, maka sampah harus sudah bersih paling lambat jam 2. Saya siagakan begitu, mudah-mudahan terlaksana,” tambah Hasto.
Peningkatan Volume Sampah Selama Libur Nataru
Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, menyampaikan bahwa volume sampah selama periode libur Nataru meningkat hingga 50 persen dari biasanya. Peningkatan ini sudah terasa sejak tanggal 22 Desember lalu.
“Peningkatan sampah di Kota Yogyakarta mencapai 50 persen dari kondisi normal,” katanya pada Minggu (28/12/2025).
Rajwan merinci bahwa produksi sampah harian di Kota Yogyakarta mencapai 260 ton. Dengan adanya peningkatan selama libur Nataru, jumlah sampah per hari meningkat menjadi 390 ton. Tambahan sebesar 130 ton ini disebabkan oleh aktivitas masyarakat yang meningkat selama masa liburan.
Untuk menghadapi peningkatan ini, DLH telah melakukan beberapa langkah antisipasi. Salah satunya adalah dengan mengosongkan depo-depo penyimpanan sampah sebelum puncak liburan Nataru tiba.
“Depo-depo yang sudah kosong itu kami gunakan sebagai tempat sementara untuk menampung sampah hasil Nataru yang meningkat. Alhamdulillah sampai saat ini masih terkendali,” ujar Rajwan.
Persiapan Menghadapi Masa Liburan
Dalam rangka menghadapi peningkatan volume sampah, DLH juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk pengelola tempat wisata dan masyarakat setempat. Hal ini bertujuan untuk memastikan sampah dapat segera diangkut dan tidak menumpuk di jalanan atau area publik.
Selain itu, pihak DLH juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama selama masa liburan. Diharapkan dengan kesadaran masyarakat, sampah yang dihasilkan bisa diminimalkan dan lebih mudah dikelola.
Kesiapan Petugas dan Sistem Pengangkutan Sampah
Untuk mendukung upaya membersihkan sampah, petugas DLH dan dinas terkait telah dikerahkan secara maksimal. Mereka bekerja dalam shift-shift yang terjadwal agar tidak ada celah waktu yang kosong dalam pengelolaan sampah.
Selain itu, sistem pengangkutan sampah juga telah diperkuat dengan penambahan armada pengangkut. Armada ini akan beroperasi sepanjang malam untuk memastikan sampah segera diangkut dan tidak menumpuk di jalan-jalan utama.
Dengan kombinasi persiapan yang matang, kerja sama antar instansi, dan kesadaran masyarakat, diharapkan sampah yang terjadi selama malam pergantian tahun dapat segera dibersihkan dan kota Yogyakarta tetap bersih dan nyaman.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar