
Kunjungan Wamen ESDM ke Sumatra Barat untuk Pastikan Ketersediaan Energi
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot melakukan kunjungan kerja ke Kota Padang, Sumatra Barat, dalam rangka memastikan ketersediaan dan kelancaran pasokan energi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas energi di wilayah Sumatra.
Sebelum tiba di Padang, Yuliot menempuh perjalanan darat panjang dari wilayah Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Perjalanan ini melalui beberapa titik seperti Padang Sidempuan, Batang Toru, Panyabungan, hingga sejumlah kabupaten di Sumatra Barat. Peninjauan langsung ini dilakukan untuk memastikan distribusi energi berjalan lancar hingga ke daerah-daerah yang rawan hambatan.
Yuliot menyatakan bahwa secara umum pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Sumatra Barat berada dalam kondisi aman dan terkendali. Berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah SPBU, antrean kendaraan sudah jauh berkurang dan tidak lagi mengular seperti sebelumnya.
“Alhamdulillah, antrean BBM sudah tidak signifikan, hanya antrean normal di beberapa titik,” ujarnya di PLN Unit Induk Distribusi (UID) Padang, Rabu (24/12).
Meski demikian, Yuliot mengakui masih ada kendala distribusi BBM akibat kemacetan di jalur Sitinjau Lauik. Hambatan ini menyebabkan keterlambatan pengiriman BBM hingga 6–8 jam, yang berdampak pada antrean di sejumlah wilayah seperti Bukittinggi, Batu Sangkar, Payakumbuh, dan Kabupaten Agam.
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi, pemerintah telah meningkatkan cadangan BBM di Sumatra Barat. Jika sebelumnya rata-rata cadangan hanya sekitar 9 hari, kini ditingkatkan menjadi 13 hari. Bahkan, untuk jenis BBM tertentu seperti Pertamax Turbo, stok mencapai ketahanan hingga 35 hari.
Selain BBM, ketersediaan LPG juga menjadi perhatian serius. Yuliot meminta PT Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Kepolisian RI guna memastikan pengawalan distribusi LPG dan BBM, sehingga pasokan dapat tiba tepat waktu, terutama di wilayah yang akses jalannya rawan gangguan.
Dalam upaya mempercepat distribusi, pemerintah juga menerapkan skema suplai silang antarwilayah. Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung di Sumatra Barat, misalnya, turut memasok kebutuhan energi ke wilayah Sumatra Utara seperti Sibolga dan Tapanuli. Sementara sebagian wilayah Sumatra Barat mendapat pasokan tambahan dari IT Dumai, Riau.
Kondisi Sistem Kelistrikan Sumatra Barat
Dari sisi kelistrikan, kondisi sistem kelistrikan Sumatra Barat dilaporkan dalam keadaan normal. Namun, hujan deras yang terus mengguyur menyebabkan longsor di beberapa titik Kecamatan Palembayan, mengakibatkan terputusnya aliran listrik ke sejumlah pelanggan.
Dari total 274.564 pelanggan terdampak, sebanyak 274.419 pelanggan telah kembali menikmati listrik. Saat ini hanya tersisa 145 pelanggan yang masih mengalami pemadaman akibat dua gardu yang belum sepenuhnya pulih. Untuk mengatasi hal tersebut, PT PLN (Persero) telah menyalurkan bantuan berupa genset dan lampu darurat agar aktivitas masyarakat tetap berjalan.
Komitmen Pemerintah dalam Memastikan Pasokan Energi
Kunjungan kerja Wamen ESDM ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan pasokan energi tetap andal, aman, dan berkelanjutan selama momentum Natal dan Tahun Baru, khususnya di wilayah Sumatra Barat dan Sumatra Utara.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar