
bali.nurulamin.pro, DENPASAR - Kabar baik untuk para peneliti di Bali dan Indonesia umumnya.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membuka lebar penelitian.
Salah satu fokus penelitiannya terkait hubungan musik dan otak karena belum ada penelitian serupa di Indonesia.
"Bukan kurang lagi penelitian musik dan otak, tetapi belum ada penelitiannya," kata Wamendiktisaintek Stella Christie di Denpasar, Minggu (11/1).
Menurutnya, yang dieksplorasi untuk riset, terbuka lebar jenisnya.
Salah satunya kebudayaan daerah yang kaya dengan musik, seperti gamelan dan instrumen musik tradisional serta musik tren kekinian.
Kemdiktisaintek bersama Tsinghua University dan Tsinghua South East Asia Center menggelar lokakarya musik dan otak di Kampus United in Diversity (UID) Bali di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura, Denpasar.
Lokakarya ketiga dalam tiga tahun terakhir di Bali itu menjadi ajang berbagi pengetahuan para profesor dan komunitas seni dari mancanegara tentang pengaruh musik terhadap kecerdasan otak.
Lokakarya ini menghadirkan Prof Charles Limb dari University of California, San Francisco, Amerika Serikat.
Versi Prof Limb, otak menjadi lebih aktif ketika melakukan improvisasi bermusik, dibandingkan penampilan yang sudah baku, khususnya pada anak-anak usia sekitar 7-10 tahun.
Wamendiktisaintek Stella Christie mengatakan pemerintah mendorong peneliti untuk melakukan penelitian terkait otak dan musik karena masih belum ada di Tanah Air.
Kabar baiknya, pemerintah menyediakan dana hibah untuk riset yang dalam satu tahun terakhir dinaikkan menjadi 218 persen.
Anggaran riset pada 2025 mencapai Rp3,2 triliun atau naik 218 dibandingkan 2024 yang mencapai Rp1,4 triliun.
Ada insentif kepada dosen yang memenangkan dana hibah penelitian dari Kemdiktisaintek sebesar 25 persen dari besaran dana riset yang diberikan.
"Di Indonesia kami punya dosen yang mumpuni.
Kami ciptakan ekosistem, menciptakan pendanaan.
Makanya dana riset hibah di Indonesia dalam satu tahun ini naik 218 persen," tuturnya. (lia/JPNN)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar