Wamendag Roro Percepat Digitalisasi Pasar Rakyat, QRIS Hadir di Pasar Senen dan Johar Baru

Wamendag Roro Percepat Digitalisasi Pasar Rakyat, QRIS Hadir di Pasar Senen dan Johar Baru

Komitmen Pemerintah dalam Mendorong Digitalisasi Pembayaran di Pasar Rakyat

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat digitalisasi pembayaran di pasar rakyat. Hal ini dilakukan saat ia turun langsung memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Senen dan Pasar Johar Baru, Jakarta, Rabu. Langkah ini dinilai penting untuk mendorong modernisasi transaksi tanpa menghilangkan peran uang tunai.

Dalam kunjungannya, Roro menyoroti pentingnya adaptasi sistem pembayaran digital seperti transfer bank dan QRIS di lingkungan pasar tradisional. Menurutnya, sebagian pedagang sudah mulai beralih ke transaksi nontunai, menandakan bahwa pasar rakyat siap naik kelas di era ekonomi digital. Namun, ia tetap menekankan bahwa pembayaran tunai harus tetap tersedia. Ia bahkan mencontohkan dirinya menggunakan dua metode sekaligus saat berbelanja. Bagi Roro, inklusivitas adalah kunci agar digitalisasi tidak justru membatasi akses masyarakat.

“Digitalisasi ini tidak bisa dipaksakan. Harus bertahap, sambil tetap memberi ruang bagi masyarakat yang masih mengandalkan uang tunai,” ujar Roro dengan tegas di sela peninjauan pasar.

Pentingnya Sosialisasi dan Edukasi

Wamendag juga menekankan pentingnya sosialisasi masif kepada pedagang dan konsumen. Ia menyebut bahwa penguatan infrastruktur pembayaran digital harus dibarengi edukasi lintas pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Perdagangan hingga pemerintah daerah. Dengan demikian, seluruh pihak dapat memahami manfaat dan cara penggunaan sistem digital yang lebih efisien dan aman.

Tidak hanya fokus pada pembayaran, Roro juga turut memantau harga dan ketersediaan bahan pokok. Ia mencatat bahwa harga minyak goreng rakyat masih stabil dan sesuai harga eceran tertinggi, yakni sekitar Rp15.500 per liter di Pasar Senen dan Rp15.700 per liter di Pasar Johar Baru.

Beberapa komoditas pangan disebut mengalami tren penurunan harga dibanding pekan sebelumnya. Namun, cabai masih bertahan di atas harga acuan akibat faktor cuaca yang memengaruhi pasokan menjelang akhir tahun.

Koordinasi untuk Menjaga Stabilitas Harga

Untuk menjaga stabilitas, Kemendag terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pengelola pasar guna memastikan distribusi berjalan lancar dan pasokan tetap aman selama masa libur panjang. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan tidak memberatkan masyarakat.

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional mencatat bahwa harga cabai rawit merah masih berada di kisaran Rp70.000 per kilogram, sedangkan telur ayam ras sekitar Rp34.000 per kilogram di tingkat eceran nasional.

Proses Jangka Panjang untuk Digitalisasi Pasar Rakyat

Roro menutup kunjungannya dengan menegaskan bahwa digitalisasi pasar rakyat adalah proses jangka panjang. “One step at a time. Yang penting masyarakat tidak kehilangan akses, pedagang tidak tertinggal, dan harga kebutuhan pokok tetap terkendali,” pungkasnya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan