
Peninjauan Pasar Sepaku dan KIPP IKN oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka
Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan peninjauan terhadap Pasar Sepaku di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) Barat. Peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penataan kembali pasar tradisional yang memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat. Selain itu, ia juga meninjau pasar di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Kalimantan Timur.
Pasar Sepaku atau dikenal juga dengan nama Pasar Rebo Sukaraja merupakan pasar tradisional yang telah menjadi pusat ekonomi bagi masyarakat sejak lama. Dalam kesempatan tersebut, Gibran menyampaikan bahwa pembangunan Pasar Sepaku sangat istimewa karena dilakukan sambil menjalani aktivitas kehidupan masyarakat setempat. Ia berharap pembangunan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal seiring dengan perkembangan IKN.
Proses Pembangunan yang Humanis
Gibran menjelaskan bahwa proses penataan ulang Pasar Sepaku membutuhkan waktu sedikit lebih lama dibandingkan proyek lainnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan dengan pendekatan yang humanis, menghormati ruang hidup warga, serta tetap menjaga keberlangsungan aktivitas para pedagang.
Penataan Pasar Sepaku termasuk dalam paket pekerjaan Penataan Kawasan Sepaku. Proyek ini mencakup pembangunan dua bangunan pasar, penataan kawasan pasar, serta penataan koridor Sepaku sepanjang 1,5 kilometer. Pendekatan partisipatif digunakan dalam proyek ini setelah melalui proses rembuk warga.
Fasilitas dan Struktur Pasar Sepaku
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Relokasi Pasar Sepaku, Roni Rosaji, menjelaskan bahwa pasar ini akan ditata secara menyeluruh. Beberapa perbaikan yang dilakukan antara lain perbaikan fasad bangunan menggunakan material rotan sintetis, penataan signage, serta pengembangan kawasan pedestrian.
Pasar Sepaku memiliki 135 unit los dan kios, yang terdiri atas los basah dan los kering. Selain itu, pasar ini dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti ruang pengelola, ruang kesehatan, ruang pertemuan, TPS, dan area parkir.
Peninjauan Pasar di KIPP IKN
Selain Pasar Sepaku, Wakil Presiden juga meninjau pasar di KIPP IKN. Pasar ini diharapkan menjadi penggerak aktivitas ekonomi lokal, memberikan ruang usaha yang layak bagi pelaku UMKM, serta memenuhi kebutuhan harian masyarakat di KIPP IKN.
Pasar KIPP dibangun di atas lahan seluas 3.774 meter persegi dengan luas bangunan 3.959 meter persegi. Pasar ini terdiri atas tiga lantai dan dilengkapi dengan 22 unit los basah, 33 unit los kering, 11 kios, 6 unit pujasera, serta ruang pengelola dan ruang pertemuan.
Standar Higienitas dan Kebersihan
Pasar KIPP dirancang untuk melayani sekitar 200 pengunjung per hari. Pengaturan los basah dibagi secara fungsional, mulai dari area pembersihan hingga area penjualan, guna memastikan standar higienitas pasar terpenuhi.
Dalam peninjauan tersebut, Wakil Presiden melihat langsung penataan zona los basah yang terpisah antara area bersih dan area pengolahan. Penataan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pasar rakyat yang sehat, nyaman, dan aman bagi pedagang maupun pengunjung.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar