
Kondisi Jalan Alinda Raya yang Mengkhawatirkan
Di Bekasi, khususnya di Jalan Alinda Raya, Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, kondisi jalan yang rusak parah masih belum sepenuhnya diperbaiki. Hal ini memicu warga setempat untuk melakukan perbaikan sementara dengan cara menguruk lubang-lubang di badan jalan secara swadaya.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa sejumlah lubang ditimbun menggunakan tanah, puing batu, dan kerikil hasil dari sumbangan warga maupun pengguna jalan yang melintas. Meskipun upaya ini dilakukan, kondisi jalan tetap menjadi perhatian serius bagi masyarakat setempat.
Kekhawatiran Warga Terhadap Keselamatan
Yono (64), salah satu warga setempat, menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi jalan yang terus dibiarkan rusak. Ia mengatakan bahwa hal ini dapat memicu kecelakaan serta perselisihan antarpengendara, terutama pada jam-jam sibuk.
“Kadang-kadang ada yang urug pakai tanah terus minta duit receh di jalan. Kalau dari pemerintah dulu pernah ada perbaikan, tapi rusak lagi,” ujar Yono saat ditemui di lokasi, Sabtu (3/1/2026).
Menurut Yono, kecelakaan bisa saja terjadi akibat genangan air di kubangan yang membuat kendaraan tergelincir. Hal ini juga mengganggu semua pengguna jalan, terutama karena risiko jatuh sangat tinggi.
Kemacetan dan Permasalahan Lalu Lintas
Selain itu, kemacetan sering terjadi pada pukul 06.00 hingga 07.30 WIB karena pengendara saling berebut melintas. Jalan Alinda Raya diketahui merupakan salah satu akses utama warga setempat.
“Pengendara saling berebut jalan, sama-sama kejar waktu karena takut macet,” ujarnya.
Yono juga mengungkapkan pengalamannya pernah terjatuh saat melintasi jalan tersebut pada malam hari karena tidak sempat menghindari lubang di badan jalan.
“Saya pernah jatuh pas bawa barang, semuanya tumpah. Itu sangat meresahkan masyarakat,” kata Yono.
Perbaikan yang Masih Tidak Menyeluruh
Meski sebagian ruas Jalan Alinda Raya telah diperbaiki belakangan ini, warga belum mengetahui kapan perbaikan akan dilanjutkan hingga seluruh ruas jalan rampung. Yono berharap Pemerintah Kota Bekasi segera melakukan perbaikan permanen karena kondisi jalan dinilai membahayakan keselamatan pengguna.
Keluhan serupa disampaikan oleh Sumarna (60), warga sekitar. Ia menilai kerusakan jalan dipicu tingginya intensitas kendaraan berat, terutama truk pengangkut tanah, yang melintas melebihi kapasitas jalan.
“Kendaraan besar, terutama truk tanah, kapasitasnya sering berlebihan. Akhirnya jalan cepat rusak,” ujar Sumarna.
Menurutnya, perbaikan yang dilakukan selama bertahun-tahun cenderung bersifat tambal sulam. Sementara perbaikan permanen baru dilakukan belakangan ini, namun belum menyambung ke seluruh ruas jalan.
Risiko Keamanan Saat Hujan
Ia menambahkan, kondisi jalan semakin berbahaya saat hujan karena lubang tertutup genangan air sehingga sulit terlihat. Minimnya penerangan jalan di sejumlah titik juga dinilai memperparah risiko kecelakaan, terutama pada malam hari.
Hingga berita ini diturunkan, masih berupaya menghubungi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Susanto, untuk meminta keterangan lebih lanjut, namun belum mendapat tanggapan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar