Warga Bener Meriah dalam Kekacauan Gempa: Takut Asap Burni Telong, Tidur di Halaman dan Mengungsi

BENER MERIAH, nurulamin.pro
– Seorang warga asal Desa Rembune, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, Juniar menceritakan pengalamannya saat gempa terjadi pada Selasa (30/12/2025) malam.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa sebanyak 16 kali gempa terjadi malam itu. Juniar mengatakan saat gempa terjadi dirinya sedang beristirahat di rumah bersama keluarga.

Guncangan yang begitu dahsyat membuat mereka berhamburan ke luar rumah untuk berlindung, karena khawatir terjadi keruntuhan bangunan.

“Kami syok dan panik sampai keluar dan tidur di halaman rumah awalnya. Biasanya memang sering gempa, namun tidak separah malam ini guncangannya,” kata Juniar.

Beberapa jam setelah gempa, sekitar pukul 23.00, mereka mendapatkan kabar dari aparatur desa agar segera berlindung sementara waktu di tenda pengungsian.

Sekitar pukul 24.00 WIB, seluruh penduduk di kawasan Burni Telong memutuskan untuk mengungsi ke tiga titik pengungsian.

“Mau pulang, namun kami masih takut dan khawatir jika sewaktu-waktu ada debu dan keracunan dampak dari Burni Telong itu. Kami di pengungsian membutuhkan selimut karena lokasi ini dingin, kemudian sembako, pampers serta obat-obatan,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Bener Meriah, Tagore Abu Bakar mengatakan sebanyak 2.500 warga di daerah setempat terpaksa mengungsi akibat aktivitas Burni Telong meningkat menjadi level 3 siaga.

“Para pengungsi tersebar di beberapa lokasi seperti Rongka, Simpang Balik serta Lampahan, Kecamatan Timang Gajah sejak Selasa, 30 Desember 2025 sekitar pukul 24.00 WIB,” ujarnya.

Pengungsi di lokasi tersebut berasal dari dua desa yakni Pantan Pediangen dan Rembune. Lantaran penduduk di desa lain seperti Bandar Lampahan dan Damaran ikut merasa panik, mereka juga memutuskan mengungsi ke lokasi tersebut.

“Alhamdulillah hari ini kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto turun langsung menyerahkan bantuan kepada korban terdampak gempa Burni Telong. Pemerintah hadir begitu cepat, Insya Allah bencana ini segera berakhir, terima kasih kita sampaikan kepada pusat yang sudah hadir di tengah-tengah korban bencana,” ujarnya.

Perkembangan Terkini

Sejumlah pihak terus memantau situasi di sekitar kawasan Burni Telong. Masyarakat tetap waspada karena potensi gempa dan dampak lingkungan dari aktivitas gunung berapi tersebut.

  • Beberapa wilayah sekitar kawasan Burni Telong masih dalam kondisi rentan.
  • Pemda dan instansi terkait terus memberikan bantuan logistik kepada para pengungsi.
  • Kepala BNPB menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan dukungan yang diperlukan.

Kebutuhan Pengungsi

Para pengungsi membutuhkan berbagai jenis bantuan untuk bisa bertahan di lokasi pengungsian. Berikut adalah beberapa kebutuhan utama mereka:

  • Selimut dan pakaian hangat, karena suhu di lokasi pengungsian cukup dingin.
  • Sembako, seperti beras, minyak goreng, gula, dan makanan kaleng.
  • Pampers dan perlengkapan bayi, terutama bagi keluarga dengan anak-anak.
  • Obat-obatan, baik untuk penyakit kronis maupun cedera ringan akibat gempa.

Upaya Pemerintah

Pemerintah daerah dan pusat telah melakukan berbagai langkah untuk membantu para pengungsi. Berikut adalah beberapa upaya yang dilakukan:

  • Penyaluran bantuan logistik secara berkala.
  • Pemantauan kondisi pengungsi oleh petugas kesehatan.
  • Koordinasi dengan lembaga bantuan internasional untuk memperluas jangkauan bantuan.

Kondisi Gunung Berapi Burni Telong

Gunung berapi Burni Telong yang berada di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, terus dipantau oleh pihak BMKG. Aktivitas vulkaniknya meningkat, sehingga status siaga dinaikkan menjadi level 3.

  • Para ilmuwan dan ahli geofisika terus mengamati data gempa dan aktivitas magma.
  • Masyarakat diminta untuk tetap menjaga kewaspadaan dan mengikuti anjuran dari pihak berwenang.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan