Banjir di Karangasem, Warga Evakuasi Babi dari Kandang
Di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, sebuah video yang menunjukkan warga mengevakuasi hewan ternak dari banjir viral di media sosial. Dalam video berdurasi 27 detik tersebut, terlihat sejumlah warga menuntun belasan ekor babi keluar dari kandangnya yang sudah terendam air.
Peristiwa ini terjadi di Banjar Tengading, Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Karangasem. Air banjir menggenangi kandang dan membuat lokasi tersebut tidak lagi aman. Seorang pria dalam video menyampaikan bahwa evakuasi dilakukan untuk mencegah babi-babi tersebut tenggelam.
Banjir juga melanda Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Karangasem. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (11/12/2025), setelah hujan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hingga siang hari. Luapan sungai Tukad Betel menjadi penyebab utama banjir, karena debit air melebihi kapasitasnya.
Akibat banjir, pemukiman hingga jalan raya terendam. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, menjelaskan bahwa banjir mulai terjadi sekitar pukul 13.30 Wita.
- Di Banjar Dinas Pangitebel, Desa Antiga Kelod, sebanyak 18 keluarga terdampak banjir. Rumah-rumah mereka terkena air.
- Di Dusun Tengading, Desa Antiga, ada sebanyak 17 keluarga yang terdampak banjir.
- Di Dusun Abian Canang, Desa Ulakan, satu rumah terkena longsor dan penghuninya telah dievakuasi.
Selain merendam permukiman, banjir juga merusak tembok penyengker SMP Negeri 3 Manggis. Luapan air Tukad Betel juga menyebabkan genangan cukup tinggi di ruas jalan nasional di Pangitebel, Karangasem.
Arus lalu lintas menuju Kota Denpasar sempat macet total selama satu jam, sebelum akhirnya mulai normal dua jam kemudian.
Upaya Penanganan Banjir
BPBD Karangasem terus melakukan upaya penanganan banjir dengan memantau kondisi daerah-daerah yang terdampak. Masyarakat juga diminta untuk tetap waspada dan menghindari area yang rawan banjir.
Evakuasi hewan ternak seperti babi menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah kerugian lebih besar. Warga setempat bekerja sama untuk mengamankan hewan ternak dan kebutuhan dasar lainnya.
Pemerintah setempat juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memberikan bantuan logistik dan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir.
Dampak Banjir pada Masyarakat
Banjir yang terjadi di Karangasem tidak hanya mengganggu kehidupan sehari-hari, tetapi juga berdampak pada pendidikan dan ekonomi masyarakat.
- Sekolah-sekolah di wilayah terdampak harus menyesuaikan jadwal belajar atau bahkan tutup sementara.
- Jalan-jalan umum yang tergenang air menyulitkan akses transportasi dan distribusi barang.
- Masyarakat yang rumahnya terendam air harus mencari tempat sementara hingga air surut.
Dengan kondisi yang masih memprihatinkan, warga Karangasem tetap bersabar dan bekerja sama dalam menghadapi bencana alam ini.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar