Warga Kesal, Jalur Pejalan Kaki di Depan Polresta Manado Tewaskan Korban

Warga Kesal, Jalur Pejalan Kaki di Depan Polresta Manado Tewaskan Korban

Keluhan Warga terhadap Lubang di Jalur Pedestrian depan Polresta Manado

Warga Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) kembali mengeluhkan kondisi jalur pedestrian yang berada di depan kantor Polresta Manado. Masalah ini muncul setelah ditemukan beberapa lubang yang belum ditutup dan tidak memiliki tanda peringatan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna jalan kaki, terutama karena sudah ada warga yang menjadi korban.

Jalur pedestrian tersebut berada di wilayah Wenang Utara, Kecamatan Wenang, Kota Manado. Proyek pembangunan jalur ini sebenarnya telah selesai dikerjakan beberapa waktu lalu. Namun, sayangnya, masih banyak bagian yang belum sempurna dan dibiarkan begitu saja tanpa adanya penanganan lebih lanjut.

Menurut laporan yang diterima, beberapa lubang besar yang ada di area jalur pedestrian tidak dilengkapi dengan tali pengaman atau papan peringatan. Hal ini meningkatkan risiko bagi warga yang melintasi area tersebut, terutama saat malam hari. Seorang pedagang setempat, Irlen, mengungkapkan bahwa sudah ada warga yang jatuh akibat masuk ke dalam lubang tersebut.

"Jadi kita bingung kenapa sampai dibiarkan begitu saja, untung ibu-ibu yang terjatuh lalu tidak apa-apa," ujarnya. Irlen meminta kepada pihak kontraktor untuk segera menutup lubang tersebut. "Kalau belum ditutup karena mungkin masih ada mau dikerjakan minimal untuk sementara taru papan," tambahnya.

Selain itu, Vira, seorang warga Kecamatan Singkil Manado, juga menyampaikan keluhannya. Menurutnya, lubang di jalur tersebut cukup besar dan bisa membahayakan pengguna jalan kaki. "Saya kan kerja di Marina Plaza jadi kalo pulang Singkil harus jalan kaki ke 45. Nah pasti lewat situ. Memang lubang di jalur itu besar. Kalau tidak perhatikan jalan pasti masuk lubang," katanya.

Apa Itu Pedestrian?

Pedestrian berasal dari bahasa Latin pedester atau Yunani pedos, yang berarti kaki. Dengan demikian, maknanya adalah orang yang berjalan kaki. Sementara jalur pedestrian adalah ruang atau fasilitas khusus di sisi jalan yang diperuntukkan bagi pejalan kaki. Fungsi utama dari jalur ini adalah menghubungkan berbagai titik penting di perkotaan dan menjadi bagian penting dari sistem transportasi berkelanjutan.

Jalur ini sering disebut juga sebagai trotoar, yaitu area berpermukaan keras yang ditinggikan dan terpisah dari lalu lintas kendaraan. Di dalamnya biasanya dilengkapi dengan fasilitas seperti ramp disabilitas dan rambu-rambu. Di Kota Manado, proyek jalur pedestrian sedang digencarkan, termasuk fasilitas tempat duduk panjang yang dapat digunakan oleh para pejalan kaki untuk beristirahat sejenak.

Namun, meskipun proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan kaki, masih ada beberapa masalah yang muncul. Salah satunya adalah adanya lubang yang belum ditutup, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi warga.

Masalah yang Muncul

Beberapa masalah yang terjadi di jalur pedestrian depan Polresta Manado antara lain:

  • Lubang yang belum ditutup dan tidak memiliki tanda peringatan.
  • Tidak adanya tali pengaman yang menghalangi warga dari terjatuh.
  • Kondisi yang dibiarkan begitu saja tanpa adanya tindakan dari pihak terkait.

Masalah ini menunjukkan bahwa proyek pembangunan jalur pedestrian belum sepenuhnya selesai dan memerlukan penanganan lebih lanjut. Warga berharap agar pihak terkait segera melakukan perbaikan agar tidak ada lagi korban yang terkena dampak negatif dari kondisi jalur tersebut.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan