Warga Kesulitan Bicara Teriak Minta Tolong Saat Longsor Sumedang

Warga Kesulitan Bicara Teriak Minta Tolong Saat Longsor Sumedang

Pengalaman Menyentuh Saat Longsor di Cisempur Jatinangor

Pada hari Jumat (2/1/2026), sebuah peristiwa tak terduga terjadi di lokasi proyek di Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Longsoran tebing menimpa enam pekerja yang sedang bekerja di area tersebut. Salah satu dari korban selamat adalah Dian (41), seorang warga yang biasanya kesulitan berbicara. Namun, pada saat kritis, ia tiba-tiba teriak jelas minta tolong, yang akhirnya membantu penyelamatan dirinya dan ayahnya.

Dian bersama ayahnya, Ahmid (71), menjadi dua dari enam pekerja yang tertimbun longsor. Berkat teriakan Dian, warga sekitar langsung berlari menuju sumber suara. Mereka terkejut karena meskipun Dian dikenal sulit berbicara dalam kehidupan sehari-hari, teriakannya begitu jelas dan memanggil bantuan.

Peran Warga dalam Penyelamatan

Keluarga Ahmid dan Dian menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas pertolongan warga dan aparat. Yati Karyati, anggota keluarga korban, mengungkapkan betapa pentingnya kecepatan warga dalam menyelamatkan dua korban tersebut.

“Sempat teriak minta tolong, padahal kondisi Dian enggak bisa ngomong. Itu yang bikin warga langsung datang,” ujar Yati dengan suara bergetar. Ia juga menyebutkan bahwa salah satu warga bernama Mang Ucok disebut sebagai orang pertama yang mengangkat keduanya dari timbunan tanah.

Mang Ucok diketahui merupakan warga Cipajaran yang juga bekerja di lokasi proyek, namun berada di posisi berbeda sehingga selamat dari longsor. Meski tidak terlibat langsung dalam peristiwa tersebut, aksi spontannya memberikan dampak besar dalam penyelamatan.

Keluarga yang Bekerja Bersama

Dian sendiri telah berkeluarga dan sehari-hari bekerja bersama ayahnya, Ahmid, serta kakaknya, Dahlan, di lokasi proyek tersebut. “Mereka kerja bareng, sekeluarga,” ujar Yati.

Atas keselamatan tersebut, keluarga mengaku sangat bersyukur dan tidak henti-hentinya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. “Atas nama keluarga, kami mengucapkan terima kasih kepada warga, Tim SAR, aparat kepolisian, dan TNI. Kami enggak bisa membalas kebaikan itu, semoga Allah SWT yang membalasnya,” ucap Yati.

Kondisi Korban dan Proses Evakuasi

Dian kini mendapat perawatan medis karena menderita luka meski berhasil lolos dari maut. Sementara empat korban lainnya meninggal dunia. Seluruh korban telah berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kesadaran dan kecepatan respons dalam situasi darurat. Dian, yang biasanya kesulitan bicara, menjadi bukti bahwa dalam kondisi kritis, manusia bisa menghasilkan tindakan yang luar biasa.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan