Warga Lebak beber kronologi banjir bandang di Aceh, ratusan mengungsi 7 hari di masjid

Warga Lebak beber kronologi banjir bandang di Aceh, ratusan mengungsi 7 hari di masjid

Pengalaman Empat Warga Lebak Terjebak Banjir Bandang di Aceh

Empat orang warga Kabupaten Lebak, yang terjebak banjir bandang di Provinsi Aceh, menceritakan kronologi kejadian bencana tersebut. Mereka kini telah tiba di kediamannya pada Minggu (7/12/2025). Mereka dijemput oleh BPBD Lebak setelah mengalami peristiwa buruk saat berada di Aceh.

Empat orang tersebut adalah warga Kampung Lebak Saninten, RT 003 RW 002, Kelurahan Ciujung Barat Kecamatan Rangkasbitung. Mereka berangkat ke Aceh pada tanggal 22 November 2025 dengan tujuan pekerjaan di Banda Aceh. Rinda Rianti, salah satu dari mereka, menjelaskan bahwa banjir bandang terjadi saat masih dalam perjalanan Medan-Aceh.

"Nah itu sudah ada hujan badai di jalan. Sepanjang jalan banyak pohon tumbang yang kita temukan," ujarnya kepada TribunBnaten.com, Senin (8/12/2025).

Setelah sampai di Kota Tugu Langsa Aceh, mereka sempat menginap di Polres Langsa karena terjebak banjir. Saat itu kondisi air sudah mencapai pinggang. "Itu sudah banjir, air juga sudah satu pinggang. Kita bingung akhirnya kita nginep di Polres Langsa menyelamatkan diri," katanya.

"Kita geser lagi, karena mau menyelamatkan diri. Pas di Tugu Langsa air itu sudah satu dada, bahkan semuanya sudah terjebak," sambungnya.

Empat orang tersebut akhirnya berhenti dan mengungsi di masjid Aceh Darusallam Tamiang selama tujuh hari tanpa adanya bantuan dari aparat. Bahkan mereka sempat merasakan gempa sebanyak tiga kali.

"Waktu itu kita lari ke masjid untuk mengungsi, karena air sudah semakin tinggi. Ada gempa juga tiga kali, kerasa goyangnya," katanya.

"Kita tujuh hari di masjid selama tujuh hari, tidak ada bantuan dari aparat. Mobil juga di bawah sudah tenggelam."
"Kita di situ bertahan seadaanya, makan minum juga sangat langka. Sebisa-bisanya saja kita di sana."
"Pokonya kita di sana menyaksikan langsung bagaimana kejadian itu di sana," sambungnya.

Rinda menyebut, jumlah warga yang ngungsi di masjid itu ada sebanyak 400 orang kekurang lebih. "Banyakan yang ngungsi bareng kita di sana, kebetulan masjid tinggi juga," katanya.

Rinda mengaku hanya bisa berpasrah ketika berada di pengungsian dan tidak menyangka bisa selamat sampai rumah. "Kita pasrah semaunya. Karena kami waktu itu kami ngerasa kaya berada di atas lautan," ujarnya.

"Dan kita di sana gak punya siapa-siapa, pokonya kami sudah pasrah," sambungnya.

Empat warga Lebak itu tujuan ke Bandai Aceh karena urusan pekerjaan. Rinda mengungkapkan, bahwa tujuan ke Aceh lantaran ada keperluan pekerjaan. "Kita punya kerjaan di sana, makanya kita sana. Dan gak ada hal lain," ujarnya.

"Memang sebelumnya kita naik pesawat, cuma waktu itu kita ingin lewat darat pakai mobil."
"Tambah lagi mama pengen ikut, makanya kita pakai mobil berangkat nya," sambungnya.

Akibat terjebak banjir bandang, mereka pun akhirnya memutuskan untuk balik ke Lebak. "Tidak sampai, masih jauh, kurang lebih 10 jam ke Banda Aceh," ujar.

Komunikasi dengan Keluarga dan Perpindahan Pengungsian

Rinda mengatakan, dirinya bisa membangun komunikasi dengan pihak keluarga, setelah mendapatkan petunjuk dari warga terkait keberadaan sinyal. "Saya diarahkan sama warga kasih tahu, ada yang punya sinyal buat menghubungi keluarga," katanya.

"Abis itu saya jalan itu hampir dua kilometer pengen dapet sinyal. Alhamdulillah dikasih sinyal, dan bisa komunikasi sama pihak keluarga," sambungnya.

Setelah menyambung komunikasi dengan pihak keluarga dan kerabat, kemudian mereka beralih mengungsi di rumah mantan Bupati Tamiang. "Kita pindah ngungsi di sana, karena disambungkan oleh teman. Kebetulan belau mantan Bupati Tamiang," ucapnya.

"Kalau di sana Alhamdulillah, sudah ada sinyal, listrik juga sudah ada."
"Nah mau kesana kita ngbeem mobil orang, karena mereka mau jemput tidak bisa," sambungnya.

Setelah itu, Rinda berinisiatif untuk menghubungi istri Bupati Lebak, Belia, melalui Direct Message (DM). "Lewat DM, saya bilang Ibu saya warga Lebak yang terjebak di Tamiang Aceh, mohon bantuannya," ujarnya.

"Alhamdulillah itu langsung direspon sama Ibu Belia," sambungnya.

Mereka tiba di Rangkasbitung setelah dijemput oleh BPBD Lebak, pada Minggu (7/12/2025). Rinda mengaku tidak menyayangki bisa tiba di kediamannya saat ini. Terlebih, kedatangannya ke Lebak setelah dijemput oleh BPBD Lebak.

"Alhamdulillah kami tidak menyangka bisa tiba di rumah. Alhamdulillah terimakasih kepada Bapak Bupati, Wakil Bupati, Ibu Belia dan BPBD Lebak yang sudah menjemput kami," pungkasnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan