
PEKANBARU, nurulamin.pro
- Kebakaran yang disebabkan oleh ledakan pipa gas milik PT. Trans Gas Indonesia (TGI) telah menghanguskan sejumlah rumah warga di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil, tercatat 3 unit rumah warga yang terbakar.
"Data sementara menunjukkan 3 unit rumah yang terbakar. Nanti kami akan memastikan jumlah total yang terdampak karena pagi ini kami sedang melakukan pendataan ke lokasi," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Inhil, R Arliansyah saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Sabtu (3/1/2026).
Warga yang terdampak kebakaran terpaksa mengungsi. Mereka memilih untuk tinggal di rumah keluarga atau tetangga.
"Warga yang mengungsi ada beberapa orang, akan kita data pagi ini. Mereka mengungsi mandiri. Ada yang ke rumah keluarga dan tetangganya. Posko darurat tidak ada, karena di sini warga masih memiliki keluarga dan fasilitas lainnya," jelas Arliansyah.
nurulamin.pro sudah mencoba menghubungi pihak PT. TGI terkait kejadian ini, namun hingga saat ini belum mendapatkan respons.
Sebelumnya, ledakan pada pipa gas terjadi di Dusun Nibul, Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Jumat (2/1/2026) petang. Ledakan tersebut memicu kebakaran besar dan membuat warga di sekitarnya panik. Kobaran api juga berdampak kepada permukiman dan arus lalu lintas di jalan lintas timur sumatera.
Pihak kepolisian menyebut bahwa pipa gas yang meledak itu milik PT. Trans Gas Indonesia (TGI).
Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Riau, Kombes Anom Karibianto, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
"Pipa gas mengalami kebocoran sehingga menimbulkan ledakan dan kebakaran," kata Anom kepada nurulamin.pro melalui pesan WhatsApp, Jumat.
Anom menjelaskan, peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 16.00 WIB, saat masyarakat setempat mendengar suara ledakan yang diduga berasal dari pipa gas tanam milik PT TGI.
Tidak lama kemudian, api terlihat menyembur ke udara dari lokasi pipa dan menyebabkan kebakaran.
"Semburan api diperkirakan mencapai 15 meter. Saat ini api masih terlihat menyala dan gas terus menyembur keluar," kata Anom.
Anom menyebut, anggota Polsek Kemuning dan Polres Inhil telah datang ke lokasi melakukan pengamanan, serta langkah-langkah antisipasi.
Petugas memberikan imbauan kepada masyarakat, agar tidak mendekati lokasi kejadian demi menghindari risiko bahaya akibat semburan api dan gas.
"Menurut keterangan petugas yang berwenang, penyekatan arus gas telah dilakukan penutupan atau penyekatan. Minimal 3 jam mudah-mudahan sudah padam. Di mohon kepada masyarakat agar bersabar," ujar Anom.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar