Warga Padati Kantor Bupati Aceh Tengah demi Internet: Mahasiswa Kerjakan Tugas dan Hubungi Keluarga

TAKENGON, aiotrade
Mar (50) tiba di Komplek Kantor Bupati Aceh Tengah pada hari Minggu (30/11/2025) sekitar pukul 21.00 WIB. Bersama suaminya, Mar berusaha menghubungi ibundanya yang tinggal di Banda Aceh, namun tidak ada kabar sejak 25 November lalu, tepat setelah hujan deras selama empat hari berturut-turut.

Bagi Mar, bencana alam berupa banjir bandang dan longsor telah menyebabkan gangguan komunikasi antara dirinya dan keluarga besar yang tinggal di Banda Aceh. Pada malam hari itu, Mar ingin menggunakan perangkat starlink yang disediakan oleh Dinas Komunikasi dan Informasi Aceh Tengah untuk berkomunikasi dengan keluarganya. Namun, ia harus antre bersama ribuan orang yang juga memadati komplek kantor Bupati Aceh Tengah, karena semua orang ingin menghubungi keluarga mereka di luar daerah.

“Sudah lima hari tidak ada jaringan, kami menunggu dari kemarin harapan ada jaringan, rencana mau menghubungi Mamak di Banda Aceh, tetapi sampai sekarang belum bisa dihubungi,” kata Mar, ditemui di lokasi tersebut.

Terakhir, Mar mendapat kabar dari ibunya pada 24 November lalu, sebelum bencana alam melanda Aceh. “Keluarga saya banyak di Banda Aceh, jadi wajar saya ingin menghubungi mereka. Karena semua keluarga ada di Banda Aceh,” ujar Mar.

Hingga pukul 21.00 WIB, warga masih memadati komplek kantor Bupati Aceh Tengah untuk mendapatkan akses internet. Ada mahasiswa yang mengerjakan tugas, orang tua yang ingin menghubungi ibunya, maupun keperluan mendesak lainnya, termasuk menumpang charger baterai handphone.

Starlink gratis
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Aceh Tengah, Mustafa Kamal mengatakan, pihaknya menyediakan perangkat starlink bagi warga untuk mengakses internet sebagai fasilitas penunjang komunikasi. Peralatan tersebut milik sejumlah sekolah di Aceh Tengah yang ditempatkan sementara di Kompleks Kantor Bupati Aceh Tengah.

“Jadi starlink ini milik beberapa sekolah yang kita pakai untuk masyarakat bisa mengakses internet, sebagian kita pakai untuk posko penanggulangan bencana. Memang akses internet terbatas, oleh sebab itu kita butuh banyak dukungan dari berbagai pihak, supaya masyarakat bisa menghubungi keluarganya di luar daerah, karena akses komunikasi yang terputus,” kata Mustafa Kamal, ditemui di ruang kerjanya.

Sejauh ini, kata Mustafa Kamal, listrik dan internet masih terputus di Kabupaten Aceh Tengah. Demikian juga dengan ketersediaan BBM yang sangat terbatas, sehingga membuat kondisi kehidupan warga kian mengkhawatirkan.

“Kita khawatirkan jangan sampai chaos, antrean BBM selama tiga hari ini kita lihat sangat panjang, bahkan lebih 3 kilometer, sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik di level provinsi maupun pusat,” ujar Mustafa.

Sebenarnya, lanjut Mustafa, puluhan desa sudah memiliki perangkat starlink maupun satelit VSAT dan bantuan Bhakti Kominfo, sehingga beberapa desa yang selama ini berada di zona blank spot, justru saat bencana seperti sekarang mendapatkan kemudahan akses internet.

“Warga yang selama ini berada di lokasi blank spot, saat ini sekarang masih dapat mengakses internet. Justru kita yang selama ini yang tidak masuk zona blank spot, justru tidak bisa mengakses internet. Ada 20 kampung yang dapat dukungan Visat dan starlink,” ungkap Mustafa Kamal.

Transaksi keuangan terkendala
Dampak bencana banjir dan longsor di Aceh Tengah juga mengganggu transaksi keuangan di daerah berhawa sejuk itu. ATM BSI tidak dapat lagi berfungsi karena kendala jaringan internet dan listrik.

Terkait itu, pimpinan Bank BSI Aceh Tengah, Reza menyebutkan, masyarakat Aceh Tengah mengalami kendala transaksi keuangan di ATM sejak bencana terjadi.

“Kendala kita BBM dan listrik. Namun, untuk bagi warga yang membutuhkan, bisa menggunakan fasilitas ATM Bank Aceh,” ucap Reza.

Ia menyampaikan, ketersediaan uang di bank tersebut juga terbatas, sehingga jika tidak didukung keberadaan jaringan internet dan BBM, peredaran uang akan berhenti.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan