
Kondisi Pengungsi di Batangtoru Mengkhawatirkan
Penderitaan warga yang menjadi korban banjir dan longsor di wilayah Batangtoru masih terus berlangsung. Para pengungsi dilaporkan mulai mengalami serangan penyakit setelah tinggal selama 21 hari di posko pengungsian. Kondisi ini diperparah oleh krisis air bersih yang semakin memperburuk situasi.
Banjir dan longsor mulai menerpa wilayah Sumatera Utara sejak 25 November 2025. Bencana tersebut melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan dan wilayah lainnya. Sejumlah warga harus meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat aman di posko pengungsian.
Bantuan dari TNI dan Petugas PNS
Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah, mengatakan bahwa Kodam I Bukit Barisan telah mengirimkan personel medis ke tiga posko pengungsian di Kecamatan Batangtoru. Personel tersebut ditempatkan di Posko Pengungsian Kantor Camat, Posko Pengungsian Desa Batu Hula, serta di Desa Aek Ngadol.
Dalam foto-foto yang ditunjukkan oleh Freddy, tampak sejumlah prajurit TNI dan petugas berseragam PNS sedang melayani pengungsi di tenda pengungsian. Warga membuka mulutnya sementara prajurit TNI menyorotinya dengan senter kecil. Ada juga seorang perempuan yang sedang diperiksa tekanan darahnya. Di atas meja terlihat sejumlah kotak obat-obatan.
Freddy menjelaskan bahwa kegiatan pelayanan medis ini berlangsung di Posko Kesehatan TNI yang ada di Kantor Camat Batangtoru. Dia juga menunjukkan foto-foto yang memperlihatkan prajurit TNI tengah melakukan pemeriksaan tekanan darah terhadap seorang warga perempuan. Beberapa prajurit TNI dengan ban lengan bertanda palang merah khas petugas medis juga tampak berada di sekitar meja tersebut.
Penyakit Menular Muncul di Posko Pengungsian
Tribun-Medan melaporkan bahwa para pengungsi di Batangtoru mulai diserang penyakit menular setelah 21 hari tinggal di pengungsian. Selain itu, kondisi pengungsian juga semakin mengkhawatirkan karena krisis air bersih. Sejumlah warga terdengar batuk-batuk di posko pengungsian Batu Hula pada Senin (15/12/2025) petang.
Penyakit batuk-batuk tersebut dilaporkan sudah terjadi sepekan belakangan. Selain batuk-batuk, pengungsi juga dilaporkan mengalami demam dan pilek. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi kesehatan di posko pengungsian sangat memprihatinkan.
Hujan Deras Kembali Guyur Wilayah Tapteng
Hujan deras kembali mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah sejak hari Minggu. Intensitas hujan tersebut bervariasi, mulai dari ringan hingga deras. Pantauan Tribun Medan menunjukkan bahwa hujan terjadi secara merata dan tak kunjung berhenti dari pagi hingga malam hari selama tiga hari belakangan.
Akibatnya, posko pengungsian pasca banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu di Gor Pandan, Kabupaten Tapteng, yang tadinya mulai berkurang, kini kembali ramai. Banyak warga yang berasal dari Kecamatan Tukka, Pandan, dan Badiri kembali datang ke posko tersebut.
Trauma Banjir dan Longsor Menghantui Warga
Baqila Sitompul, warga Kelurahan Hutanabolon Kecamatan Tukka, mengatakan bahwa ia terpaksa kembali ke posko karena trauma akan banjir. "Rumah kami sudah mulai bersih, tapi biar aman ke sini kami lagi (ke Posko Pengungsian Gor Pandan). Takut banjir tiba-tiba. Karena kemarin kek ginilah, hujan ga berhenti tiga hari tiga malam," ujarnya kepada Tribun Medan, Selasa (16/12/2025).
Sementara itu, Porman Hutagalung, warga Desa Lopian Kecamatan Badiri, mengaku kembali ke posko karena takut banjir dan longsor. "Saya ke sini, karena takut rumah kami banjir lagi. Di Lopian adanya posko. Cuman trauma longsor pas ke sana, akses jalan tertutup lagi, jadi kami putuskan untuk bermalam di sini. Kami takut longsor menimpa pas lagi lewat Hajoran," ucapnya.
Peringatan Dini dari BMKG
Berdasarkan data BMKG Medan, yang Tribun Medan lihat di Instagram resminya @infobmkgsumut, Kabupaten Tapteng akan diguyur hujan deras dan lebat di siang hingga sore hari ini. Begitupun waktu dini hari.
"Dengan suhu udara mencapai 18-29 derajat celcius dan kecepatan angin mencapai 3 KM per jam," dalam keterangan tertulis yang dilihat di instagram resminya. BMKG juga membuat siaga peringatan dini Tapteng termasuk kategori waspada dan siaga hujan ringan hingga sangat lebat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar