Warga Perbaiki Jalan Pakai Patungan dan Live TikTok, Ini Reaksi Pemkab Sumenep


SUMENEP, nurulamin.pro
– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, merespons aksi swadaya warga Desa Pragaan Laok, Kecamatan Pragaan, yang memperbaiki jalan poros desa dengan patungan dan hasil siaran langsung di media sosial TikTok.
Aksi tersebut dilakukan karena jalan poros desa sepanjang sekitar 250 meter itu rusak parah dan telah bertahun-tahun berlubang, namun tetap harus dilalui warga setiap hari.

Jalan Rusak Bertahun-tahun, Warga Bergerak Swadaya

Jalan poros Desa Pragaan Laok merupakan akses penting yang menghubungkan aktivitas pertanian, pendidikan, hingga kegiatan ekonomi masyarakat setempat.
Kondisi jalan yang rusak dinilai membahayakan pengguna, sehingga warga memilih bergotong royong memperbaikinya secara mandiri.
Dana perbaikan jalan dikumpulkan dari patungan warga serta sumbangan yang dihimpun melalui siaran langsung di TikTok.

Dana Desa: Prioritas atau Bukan?

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Sumenep, Syahwan Efendi, mengatakan Dana Desa pada prinsipnya dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur desa, termasuk jalan.
“Dana Desa memang bisa dipakai untuk infrastruktur, tapi sifatnya prioritas, bukan kewajiban mutlak,” kata Syahwan Efendi, Sabtu (3/1/2025).
Menurut Syahwan, penggunaan Dana Desa sangat bergantung pada kebutuhan masing-masing desa.
Jika infrastruktur dasar dianggap sudah memadai, anggaran bisa dialihkan ke sektor lain.
“Kalau jalan dan fasilitas dasar sudah memadai, Dana Desa bisa digunakan untuk pemberdayaan ekonomi, pendidikan, atau kesehatan,” ujarnya.

Harus Dibahas Lewat Musyawarah Desa

Syahwan menegaskan penentuan penggunaan Dana Desa wajib dibahas melalui musyawarah desa.
Dalam forum tersebut, aspirasi warga seharusnya disampaikan dan diputuskan bersama pemerintah desa.
“Sejak tahap perencanaan, kebutuhan warga semestinya diakomodasi pemerintah desa, tentu disesuaikan dengan skala prioritas dan kemampuan anggaran setiap tahun,” kata Syahwan.
Ia juga menekankan bahwa program dan kegiatan dalam APBDes wajib diumumkan secara terbuka agar masyarakat mengetahui rencana kerja pemerintah desa.

Diminta Tetap Koordinasi dengan Pemdes

Terkait perbaikan jalan secara swadaya, Syahwan meminta warga tetap berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk menghindari tumpang tindih program.
“Walaupun dilakukan secara swadaya, tetap perlu koordinasi supaya tidak berbenturan dengan program desa,” ujarnya.
Berdasarkan data yang diketahui warga, Pemerintah Desa Pragaan Laok menerima Dana Desa sekitar Rp 7,03 miliar dalam lima tahun terakhir.
Dana tersebut berasal dari alokasi Rp 1,15 miliar pada 2021, Rp 1,31 miliar pada 2022, Rp 1,39 miliar pada 2023, Rp 1,64 miliar pada 2024, dan Rp 1,51 miliar pada 2025.

Peran Masyarakat dalam Pembangunan Desa

Aksi warga Desa Pragaan Laok menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting dalam proses pembangunan.
Meski ada dana yang dialokasikan oleh pemerintah, kesadaran dan inisiatif warga menjadi faktor kunci dalam memastikan kebutuhan dasar terpenuhi.
Selain itu, kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah desa menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan.
Dengan adanya komunikasi yang baik, segala kebutuhan dan aspirasi warga dapat terakomodasi secara efektif.

Tantangan dan Peluang

Meskipun aksi swadaya menunjukkan semangat yang kuat, masih ada tantangan yang perlu dihadapi.
Salah satunya adalah pengelolaan dana yang tidak efisien atau tidak sesuai dengan kebutuhan nyata.
Oleh karena itu, diperlukan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan Dana Desa agar tidak terjadi pemborosan atau penyalahgunaan.
Selain itu, pemdes juga perlu lebih proaktif dalam mengidentifikasi kebutuhan masyarakat agar tidak ada masalah yang terabaikan.

Kesimpulan

Perbaikan jalan di Desa Pragaan Laok merupakan contoh bagaimana masyarakat dapat bergerak sendiri untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Namun, hal ini juga menunjukkan pentingnya koordinasi antara warga dan pemerintah desa.
Dengan sistem yang terstruktur dan komunikasi yang baik, pembangunan desa akan lebih efektif dan berkelanjutan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan