
Tanggapan Warga Terhadap Imbauan Tidak Menggelar Pesta Kembang Api
Imbauan dari Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, agar masyarakat tidak menggelar pesta kembang api pada malam Natal dan Tahun Baru mendapat berbagai tanggapan dari warga setempat. Sebagian dari mereka menilai imbauan tersebut wajar diterapkan, terutama untuk menghormati korban bencana di sejumlah daerah di Indonesia.
Jeklin, warga Kota Baru Pontianak, menyatakan bahwa ia setuju dengan imbauan tersebut. Ia menjelaskan bahwa banyak negara di dunia juga melakukan pelarangan kembang api dengan alasan keamanan dan dampaknya terhadap hewan.
“Tanggapan saya, ya saya mungkin setuju. Karena seluruh daerah di Indonesia, nggak hanya di Indonesia ya, tapi di dunia juga, membatalkan perayaan menggunakan kembang api dengan banyak alasan,” ujarnya.
Menurut Jeklin, di beberapa negara, pelarangan kembang api berkaitan dengan keamanan dan suara yang bisa membahayakan hewan. Ia menambahkan bahwa di luar negeri, alasan-alasan seperti keamanan dan suara bisa menjadi penyebab kembang api dilarang.
Sementara di Indonesia, Jeklin melihat imbauan ini lebih berkaitan dengan bentuk empati terhadap korban bencana. Ia menilai bahwa imbauan ini tidak menjadi masalah jika diterapkan sementara waktu.
“Saya pikir itu bisa setuju untuk tahun ini. Karena perayaan kan nggak harus dengan kembang api ya. Pergantian tahun nggak harus selalu pakai kembang api,” katanya.
Puput, warga Jalan Purnama Kota Pontianak, menilai bahwa kembang api memang sudah identik dengan perayaan Natal dan Tahun Baru. Menurutnya, kembang api dalam skala kecil tidak masalah, tetapi ia mengingatkan potensi risiko jika dilakukan dalam skala besar.
“Cuman memang ada skala besar yang biasanya dipusatkan di satu titik. Nah mungkin itu harus ada pengawasan, karena banyak kejadian yang sudah-sudah itu bisa menimbulkan konslet listrik ataupun kebakaran,” ujarnya.
Puput juga menilai bahwa imbauan tidak main kembang api itu demi kebaikan. Ia menyarankan agar dana untuk membeli kembang api bisa dialihkan membantu korban bencana.
“Mengingat tahun ini juga banyak musibah yang terjadi di saudara kita di provinsi lain, alangkah baiknya itu uang untuk membeli kembang api bisa dialihkan untuk membantu teman-teman yang terdampak bencana,” tuturnya.
Pendapat senada disampaikan Sujono, warga Jeruju, Kota Pontianak. Ia menilai larangan pesta kembang api justru merupakan langkah yang baik.
“Kalau menurut saya sih, kalau kembang api dilarang memang bagus sih menurut saya,” ujarnya.
Pandangan Beragam dari Masyarakat
Setiap warga memiliki pandangan sendiri mengenai imbauan tersebut. Beberapa menyetujui, beberapa merasa khawatir, dan beberapa bahkan menyarankan alternatif perayaan tanpa kembang api. Meski demikian, semua sepakat bahwa keberadaan kembang api harus dipertimbangkan secara matang, terutama dalam konteks keamanan dan kesejahteraan masyarakat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar