Warga Prabumulih Selamatkan SK ASN Saat Banjir, Korban Dievakuasi Perahu Karet

Banjir Besar Melanda Prabumulih Akibat Hujan Deras

Banjir besar melanda kota Prabumulih akibat hujan deras yang terjadi sejak 10 hingga 11 Desember. Peristiwa ini menyebabkan genangan air di delapan kelurahan yang terdampak, termasuk Prabusari, Bakaran, Cambai, Karang Raja, Tugu Kecil, Gunung Ibul, Gunung Ibul Utara, dan Muaradua.

Hujan deras yang berlangsung pada Rabu (10/12/2025) pukul 18.30 WIB hingga Kamis (11/12/2025) dini hari memicu luapan Sungai Kelekar. Kondisi ini diperparah oleh drainase yang buruk dan kedalaman sungai yang dangkal. Genangan air bervariasi dari setinggi mata kaki hingga mencapai pinggang orang dewasa, terutama di permukiman dekat sungai.

Beberapa titik seperti Jalan Nias Gunung Ibul Utara, Cambai, Muaradua, dan Karang Raja masih terendam air hingga siang hari. Proses evakuasi warga dilakukan secara intensif, termasuk penyelamatan barang penting seperti SK ASN yang dititipkan warga kepada Babinsa.

Salah satu contoh kejadian yang viral adalah saat seorang wanita menitipkan SK ASN miliknya kepada petugas Babinsa. Dalam video yang beredar, ia meletakkan data pribadi dalam map transparan dan memberikannya kepada petugas yang sedang berpatroli menggunakan perahu karet.

"SK itu SK itu," ucap pria dalam video. "Pegang jangan dilepas, wong belum dapet SK," lanjutnya. Petugas tersebut tampak memegang SK ASN tersebut sementara wanita tersebut berjalan menyusuri banjiran.

Selain SK ASN, ada juga warga yang memegang TV dan mengungkapkan bahwa mereka telah mengamankan kulkas miliknya. "Kulkas sudah dinaikkan, kalau air lebih tinggi, sudah ikhlaskelah," kata salah satu korban banjir.

Daftar Wilayah Terdampak Banjir

Berdasarkan pantauan di lapangan, delapan kelurahan menjadi wilayah dengan genangan paling parah, yaitu Prabusari, Bakaran, Cambai, Karang Raja, Tugu Kecil, Gunung Ibul, Gunung Ibul Utara, dan Muaradua. Selain itu, beberapa titik khusus seperti Jalan Nias Gunung Ibul Utara, beberapa area di Cambai, Muaradua, dan Karang Raja juga masih terendam air hingga siang hari.

Ketinggian Air dan Pengaruhnya

Genangan air mencapai ketinggian yang bervariasi, mulai dari mata kaki hingga setinggi pinggang orang dewasa. Kondisi terparah terjadi di kawasan dekat bantaran Sungai Kelekar. Debit air sungai sempat mencapai bagian bawah jembatan dan meluber ke kiri-kanan badan jembatan, menghantam pemukiman warga.

Imbas dari tingginya debit banjir, puluhan rumah di Prabumulih kini terendam banjir. Ahmad, salah satu warga Gunung Ibul yang rumahnya terdampak, mengatakan bahwa hujan sempat berhenti sebentar malam sebelumnya, namun air surut hanya sekitar 2030 menit sebelum hujan deras kembali turun.

Tanggapan Warga dan Harapan ke Pemerintah

Sejumlah warga mengaku tidak terkejut dengan banjir kali ini. Adi, warga Kelurahan Gunung Ibul, menyatakan bahwa Prabumulih sudah menjadi daerah rawan banjir setiap hujan deras mengguyur. Ia menilai masalah utamanya adalah drainase yang buruk dan sungai yang dangkal, sehingga mudah meluap.

Warga berharap pemerintah segera melakukan langkah konkret seperti perbaikan drainase, pengerukan sungai, hingga penataan ulang aliran air di pemukiman padat penduduk. Mereka berharap agar langkah-langkah tersebut dapat mencegah banjir serupa terjadi di masa mendatang.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan