Penjelasan Terkait Isu Tarif Parkir di Masjid Raya Sheikh Zayed
Ketua Paguyuban Warga Rejosari, Lanyono, menegaskan bahwa informasi mengenai juru parkir yang menarik tarif hingga ratusan ribu rupiah di sekitar Masjid Raya Sheikh Zayed adalah hoaks. Ia menyatakan bahwa kabar tersebut hanya dibuat untuk mencari sensasi dan keuntungan pribadi.
Kalau kita telusuri baik di lapangan itu tidak ada. Ternyata orang tersebut nyerang di mana-mana. Bikin rese. Cari cuan untuk viral gitu kan, ujarnya saat dihubungi oleh wartawan.

Lanyono memastikan bahwa seluruh juru parkir yang beroperasi di kawasan masjid memiliki izin resmi dan mematuhi aturan tarif. Ia menegaskan bahwa semua juru parkir telah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) dan bekerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Saat ini terdapat sekitar 61 juru parkir yang bertugas di sekitar Masjid Raya Sheikh Zayed. Mereka bekerja dengan sistem shift yang telah disepakati bersama.
Satu yang di situ kan sudah kita klopkan masing-masing. Di skemanya kita punya kantong-kantong sendiri dan kantong-kantong itu sudah kita plotkan nama-namanya. Ada shift, jelas Lanyono.
Sebelumnya, Kepala UPT Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Haryono Nugroho, juga menegaskan bahwa kabar tentang penarikan tarif parkir hingga ratusan ribu rupiah di sekitar Masjid Raya Sheikh Zayed tidak benar. Ia menyebut bahwa pihaknya telah memanggil juru parkir yang disebut dalam unggahan tersebut, dan tidak ditemukan adanya praktik penarikan hingga Rp400 ribu.
Kami ke lokasi untuk mencari orang-orang yang ada di postingan itu. Juru parkir yang di lokasi juga kami panggil siang ini. Ternyata memang tidak ada kejadian seperti yang ada di postingan itu, ungkapnya.
Isu Tarif Ratusan Ribu
Kabar ini awalnya muncul dari akun Instagram beritasolohariini. Dalam unggahan itu disebutkan bahwa juru parkir memaksa pengunjung membayar Rp100.000 untuk mobil dan Rp400.000 untuk bus rombongan. Disebutkan pula bahwa seorang pengunjung yang mencoba membayar Rp50.000 dimarahi dan diusir.
Namun, hasil penelusuran menunjukkan bahwa lokasi yang ditampilkan dalam foto tidak memungkinkan untuk parkir bus. Area tersebut sempit dan hanya dapat menampung sekitar tiga mobil.
Kami cek lokasi itu hanya bisa dipakai parkir tiga mobil. Dan tidak bisa dipakai parkir bus, jelas Haryono.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar