
Perayaan Tahun Baru 2026 di Sragen Tanpa Hiburan, Namun Tetap Ramai
Malam pergantian tahun baru 2026 di Kabupaten Sragen berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada panggung hiburan atau pesta kembang api yang biasanya menjadi ciri khas perayaan malam tahun baru. Meski begitu, warga tetap memadati Alun-alun Sasono Langen Putro untuk merayakan momen spesial ini.
Car Free Night (CFN) dan Night Market menjadi daya tarik utama bagi warga. Ribuan orang berkumpul bersama keluarga sambil menikmati berbagai makanan dan minuman serta bermain di wahana anak-anak. Suasana ramai terasa hingga larut malam, meskipun tidak ada acara hiburan yang spektakuler.
Kegiatan yang Menarik Minat Warga
Pada pukul 21.51 WIB, pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kawasan Alun-alun Sasono Langen Putro sudah dipenuhi oleh ribuan warga. Banyak dari mereka duduk di sepanjang trotoar depan kantor Pemda Sragen yang lama, sementara yang lain berkumpul di area alun-alun.
Para orang dewasa tampak asyik berbincang-bincang, sementara anak-anak sibuk dengan aktivitas mereka sendiri. Ada yang bermain mobil-mobilan, ada yang seru-seruan di wahana istana boneka, dan ada juga yang sibuk melukis.
Di sekitar kawasan Alun-alun, banyak pedagang yang membuka lapak untuk menjajakan berbagai makanan dan minuman. Di sebelah timur Kantor Pemda Sragen yang lama, digelar Night Market yang menawarkan berbagai produk, mulai dari makanan, minuman, pakaian hingga aksesoris menarik.
Suasana yang Hangat dan Penuh Makna
Salah satu warga Sragen, Nisa, sedang duduk di Alun-alun bersama temannya saat ditemui oleh jurnalis. Mereka duduk santai sambil menikmati berbagai makanan dan minuman yang tersedia.
Nisa mengatakan bahwa ia dan temannya sengaja datang ke Alun-alun untuk menghilangkan penat dan jenuh. Sebelumnya, mereka berangkat dari rumah di Kecamatan Ngrampal menuju Kantor Terpadu Pemda Sragen.
Tujuan utama mereka adalah melihat air mancur warna-warni dengan background patung manusia purba yang sering dibicarakan di media sosial. Nisa menyampaikan bahwa meskipun ia tahu tidak ada panggung hiburan, ia tetap datang karena ingin memberikan dukungan kepada saudara-saudaranya yang tertimpa bencana di luar Jawa.
Ia juga mengatakan bahwa suasana di Alun-alun sudah ramai sejak pukul 20.00 WIB. Nisa berencana pulang pada pukul 22.00 WIB, karena tidak ada kembang api yang biasanya membuat warga menunggu hingga larut malam.
Perayaan yang Berbeda Tapi Tetap Meriah
Meskipun tidak ada hiburan dan kembang api, perayaan tahun baru 2026 di Sragen tetap terasa hangat dan penuh makna. Warga memilih merayakan secara sederhana sebagai bentuk empati terhadap korban bencana. Namun, suasana tetap ramai hingga larut malam.
Kegiatan seperti Car Free Night dan Night Market memberikan kesempatan bagi warga untuk berkumpul, berbagi waktu bersama keluarga, dan menikmati berbagai aktivitas yang tersedia. Hal ini menunjukkan bahwa perayaan tahun baru tidak selalu bergantung pada acara hiburan besar, tetapi bisa dilakukan dengan cara yang lebih sederhana namun tetap penuh makna.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar