
Warga Desa Pragaan Laok Memperbaiki Jalan Sendiri Karena Tidak Ada Perhatian Pemerintah
Warga Desa Pragaan Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, melakukan gotong royong memperbaiki jalan poros desa sepanjang 250 meter yang mengalami kerusakan parah selama bertahun-tahun. Perbaikan ini dilakukan secara mandiri karena jalan tersebut tidak kunjung mendapat perhatian dari Pemerintah Desa (Pemdes) maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab).
Jalan tersebut menjadi jalur vital bagi aktivitas masyarakat, termasuk pertanian, pendidikan, dan ekonomi. Koordinator warga, Abusairi, menyatakan bahwa kerusakan jalan sudah terjadi lebih dari satu dekade. Beberapa titik lubang cukup dalam dan membahayakan pengendara, khususnya sepeda motor dan anak-anak yang berangkat ke sekolah.
“Sudah sekitar sepuluh tahun lebih kondisinya seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi, ini satu-satunya akses,” ujar Abusairi, Sabtu (3/1/2026).
Upaya Gotong Royong dan Pengumpulan Dana
Warga menambal lubang dengan pasir dan sirtu, serta di titik paling rawan menggunakan rabat beton sederhana agar lebih aman. Semua biaya berasal dari iuran warga dan donasi lewat siaran langsung di TikTok, dengan total dana sekitar Rp 15 juta.
Perbaikan swadaya ini terasa kontras dengan besarnya Dana Desa yang diterima Pragaan Laok:
- 2021: Rp 1,15 miliar
- 2022: Rp 1,31 miliar
- 2023: Rp 1,39 miliar
- 2024: Rp 1,64 miliar
- 2025: Rp 1,51 miliar
Total dana yang diterima dalam lima tahun terakhir mencapai Rp 7,03 miliar, yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur dasar, termasuk jalan.
Abusairi menegaskan, hingga hampir satu dekade Dana Desa digulirkan, jalan poros desa belum tersentuh pembangunan, sehingga warga memilih bertindak demi keselamatan dan kelancaran aktivitas sehari-hari.
“Setahu saya tidak pernah ada perbaikan,” ungkap dia.
Masalah Infrastruktur dan Kebijakan Dana Desa
Masalah infrastruktur yang terabaikan ini menjadi sorotan publik, terutama karena jumlah Dana Desa yang cukup besar. Banyak warga merasa kecewa karena dana yang disalurkan tidak tepat sasaran. Mereka berharap pemerintah dapat lebih responsif dalam menjalankan program pembangunan yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.
Selain itu, kebijakan Dana Desa sering kali dinilai kurang transparan. Warga mempertanyakan bagaimana dana tersebut digunakan dan apakah ada mekanisme pengawasan yang efektif. Hal ini membuat masyarakat semakin percaya pada tindakan mandiri mereka untuk memperbaiki kondisi lingkungan sekitar.
Peran Teknologi dalam Pengumpulan Dana
Salah satu inovasi yang dilakukan warga adalah melalui media sosial, khususnya TikTok. Dengan siaran langsung, mereka berhasil mengumpulkan dana dari berbagai kalangan, termasuk para pengguna media sosial yang peduli terhadap isu masyarakat. Ini menunjukkan bahwa teknologi bisa menjadi alat penting dalam membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat.
Kehadiran platform digital seperti TikTok juga memberikan ruang bagi warga untuk menyampaikan keluhan dan meminta perhatian publik. Hal ini bisa menjadi contoh bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan teknologi untuk menciptakan perubahan positif di tingkat lokal.
Kesimpulan
Perbaikan jalan poros desa oleh warga Pragaan Laok menjadi bukti bahwa masyarakat bisa bertindak proaktif jika tidak ada dukungan dari pihak berwenang. Meski begitu, masalah infrastruktur yang terabaikan tetap menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi oleh pemerintah daerah. Dengan adanya Dana Desa yang cukup besar, diharapkan ada peningkatan kualitas pembangunan yang lebih berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar