
Tim Relawan Pemkab Abdya Terjebak Macet Parah Saat Perjalanan ke Aceh Tamiang
Tim Relawan Pemkab Abdya menghadapi tantangan berat saat melakukan perjalanan menuju Aceh Tamiang melalui Medan, Sumatera Utara (Sumut). Kondisi lalu lintas yang sangat parah membuat tim terjebak dalam antrean panjang BBM di sepanjang rute perjalanan. Masalah ini tidak hanya mengganggu perjalanan tetapi juga mengancam kelancaran distribusi logistik yang mereka bawa.
Antrean BBM Mengganggu Arus Lalu Lintas
Antrean BBM terjadi di semua SPBU sepanjang jalan, sehingga mengakibatkan kemacetan total. Jalur yang biasanya digunakan untuk lalu lintas dua lajur kini dipaksa menjadi tiga lajur akibat antrean truk besar yang memakan setengah badan jalan. Hal ini menyebabkan jalan menjadi sangat sempit dan sulit bergerak. Bahkan mobil harus menepi atau mundur karena kesulitan berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan.
Upaya pihak kepolisian untuk mengurai kemacetan dilakukan hingga dini hari, beberapa kali berhasil. Namun, pada puncaknya ketika jelang Subuh, saat memasuki Dairi, semua upaya sia-sia karena arus lalu lintas stagnan total. Jarak antrean diperkirakan lebih dari 5 kilometer.
Pengalaman Supir Truk dan Pendekatan Drone
Salah satu supir truk yang ditemui mengatakan bahwa mereka sudah terjebak macet selama lebih dari satu jam. Ia menyarankan untuk mencari jalur lain agar bisa melewati kemacetan tersebut. Sebagai upaya untuk melihat kondisi secara lebih jelas, salah satu rombongan memutuskan menggunakan drone. Hasil dari penggunaan drone menunjukkan bahwa antrean BBM mencapai lebih dari 5 kilometer. Selain itu, pilot drone juga mendeteksi adanya titik api besar yang membakar sebuah bangunan semi permanen di pinggir jalan raya Dairi.
Keputusan untuk Mengambil Jalur Alternatif
Setelah berdiskusi dengan semua anggota tim, Ketua Tim Relawan Pemkab Abdya ke Aceh Tamiang, Hamzirwana bersama Ketua KNPI Abdya Teguh Novrianto memutuskan untuk mengambil jalur lain. Mereka memilih untuk memutar balik dan melewati jalur pedesaan meskipun lebih jauh. Tujuannya adalah untuk menghindari kemacetan di SPBU yang kebanyakan berada di jalan utama.
Jalur kecil yang melewati perkebunan, bukit, dan perkampungan warga akhirnya berhasil menembus Jalan Utama Arah Tongging dengan mulus. Namun, kemacetan parah kembali terjadi di Merek. Beruntung, tim relawan dibantu oleh pihak kepolisian, supir, dan warga setempat yang berjibaku membuka jalan yang sudah macet parah dan stagnan sepanjang hampir 2 km.
Kedatangan di Medan dan Rencana Lanjutan
Hingga berita ini ditulis, Tim Relawan Pemkab Abdya yang membawa 3 truk logistik berisi kebutuhan pokok dan obat-obatan, 3 minibus relawan KNPI dan Tenaga Kesehatan serta 1 ambulans akhirnya tiba di Medan pada pukul 12 siang WIB. Waktu tempuh dari Abdya ke Medan akibat macet menjadi 20 jam perjalanan, molor 10 jam dibanding hari normal.
Di Medan, tim menambah logistik kebutuhan pokok, termasuk titipan bantuan 1 unit perangkat internet satelit Starlink dari Alumni ITB untuk kebutuhan komunikasi relawan dan pengungsi yang masih mengalami gangguan jaringan komunikasi di Aceh Tamiang. Setelah itu, tim langsung bertolak ke Aceh Tamiang.
Rencana Perjalanan ke Aceh Tamiang
Rencananya, tim relawan dari Abdya akan memasuki Aceh Tamiang lewat jalur Medan. Informasi yang diperoleh menunjukkan bahwa akses masuk ke Aceh Tamiang lewat jalur Banda Aceh menuju pantai timur Aceh masih sulit ditembus. Beberapa akses jalan dan jembatan putus akibat banjir bandang yang menghantam sejumlah wilayah di Aceh pekan lalu.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar