
JAKARTA, nurulamin.pro
Warga sekitar rumah kontrakan di Jalan Warakas VIII Gang 10, Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, kaget saat tiga orang ditemukan meninggal dunia di dalam rumah tersebut, Jumat (2/1/2026).
Aryuni Wulan (51), salah satu warga yang pertama kali melihat kondisi korban, mengatakan kejadian itu membuatnya terpukul.
“Kaget banget. Begitu lihat itu sampai saya enggak doyan makan. Kebayang kok bisa kejadian seperti ini,” ujar Aryuni.
Ia mengaku tidak menyangka peristiwa tersebut terjadi di lingkungannya.
“Selama ini saya enggak pernah dengar ribut-ribut. Biasanya suka berpapasan, jadi enggak nyangka,” tambahnya.
Aryuni menegaskan, tidak pernah terdengar pertengkaran dari rumah kontrakan tersebut.
“Kalau rame berantem pasti kan namanya satu tembok denger. Ini saya belum pernah dengar,” katanya.
Ia juga menuturkan kondisi korban saat pertama kali dilihat membuatnya takut dan tidak berani mendekat.
“Udah berbusa dan enggak bergerak, jadi saya takut. Saya langsung telepon Pak RT,” ujarnya.
Kronologi Awal Penemuan Korban
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar, mengungkapkan kronologi awal penemuan tiga anggota keluarga yang ditemukan meninggal di rumah kontrakan tersebut.
Peristiwa pertama kali diketahui ketika salah satu anak korban yang baru pulang bekerja mendapati keluarganya dalam kondisi tidak sadarkan diri.
“Keterangan awal dari anaknya yang pulang kerja itu, buka pintu kemudian mendapati keluarganya dalam kondisi tiduran tapi mengeluarkan busa,” ungkap Seno di Polres Metro Jakarta Utara, Jumat (2/1/2026).
Setelah menemukan keluarganya, anak tersebut langsung meminta pertolongan dari warga sekitar.
“Kemudian yang bersangkutan minta tolong ke masyarakat sekitar,” kata Seno.
Identitas dan Kondisi Korban
Tiga korban yang ditemukan meninggal masing-masing berinisial S (50), AA (27), dan AA (13).
Ketiganya merupakan satu keluarga dan ditemukan di dalam rumah kontrakan tempat mereka tinggal.
Seno menjelaskan, ketiga jenazah ditemukan dengan kondisi mulut berbusa dan terdapat ruam di beberapa bagian tubuh.
“Ya itu juga masih dalam pemeriksaan ya. Artinya yang secara kasat mata memang ada ruam merahnya,” ujarnya.
Meski demikian, ia belum dapat memastikan penyebab ruam maupun jumlahnya.
“Namun penyebabnya apa atau sebanyak apa karena apa, masih dalam pemeriksaan dari dokter forensik yang menangani,” ucapnya.
Saat ini, ketiga jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Polri untuk pemeriksaan luar dan otopsi.
“Untuk ketiga korban ini sendiri juga saat ini sedang dilakukan pemeriksaan luar dan otopsi di Rumah Sakit Polri,” tambah Seno.
Proses Investigasi dan Tindakan Selanjutnya
Tim penyidik dari Polres Metro Jakarta Utara telah melakukan pengamanan lokasi kejadian dan mengumpulkan barang bukti yang relevan.
Menurut informasi yang diperoleh, pihak kepolisian sedang memeriksa saksi-saksi dan mencari tahu apakah ada indikasi tindak pidana yang terjadi.
Beberapa aspek yang menjadi fokus penyelidikan antara lain:
- Kondisi kesehatan korban sebelum meninggal
- Apakah ada tanda-tanda kekerasan atau ancaman
- Adanya kemungkinan adanya racun atau zat berbahaya yang digunakan
Pihak kepolisian juga sedang memperkuat koordinasi dengan rumah sakit dan lembaga medis terkait untuk memastikan hasil otopsi yang akurat dan transparan.
Tanggapan Masyarakat
Masyarakat sekitar rumah kontrakan tersebut menyampaikan rasa prihatin atas kejadian yang terjadi.
Beberapa warga mengungkapkan kekecewaan karena tidak ada tanda-tanda kecurigaan sebelumnya.
“Kami tidak pernah menduga hal ini akan terjadi. Kami hanya berharap proses investigasi dapat segera menemukan kebenaran,” ujar salah satu warga.
Selain itu, warga juga berharap pihak berwenang dapat memberikan perlindungan dan kesadaran lebih kepada masyarakat tentang pentingnya pengawasan lingkungan dan kebersihan hidup.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar