Warisan Kayutangan dianggap layak jadi contoh pengelolaan kota

Kayutangan Heritage: Percontohan Penataan Kawasan Padat dan Pemberdayaan Masyarakat

Kayutangan Heritage di Kota Malang kini menjadi perhatian utama dalam upaya penataan kawasan padat dan pemberdayaan masyarakat perkotaan. Sebagai salah satu kawasan yang berhasil memadukan pelestarian budaya dengan pembangunan ekonomi, Kayutangan Heritage dinilai layak menjadi contoh untuk diterapkan di berbagai daerah lain di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Didyk Choiruel, menyampaikan bahwa pihaknya sedang menjalankan beberapa program prioritas nasional, termasuk penataan kawasan padat dan kumuh. Dalam rangka implementasi program tersebut, Kementerian PKP melakukan kunjungan ke berbagai daerah untuk mempelajari model penataan kawasan yang telah berhasil, salah satunya adalah Kayutangan Heritage di Kota Malang.

“Kementerian PKP datang berkunjung ke Kota Malang bersama rombongan jajaran kelurahan di wilayah padat penduduk di Jakarta untuk mempelajari langsung penataan kawasan dan pemberdayaan masyarakat di Kayutangan, untuk nantinya diterapkan di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Hariyati, menambahkan bahwa konsep penataan kawasan seperti Kayutangan Heritage akan direplikasi di berbagai daerah di Indonesia. “Bagaimana kawasan-kawasan di perkotaan, walaupun padat itu tetap menarik, dan ekonominya maju. Kita juga akan melihat tempat-tempat seperti Kayutangan ini yang memang nanti kita bisa ambil yang baik untuk kita padukan, nanti jadi konsep untuk seluruh perkotaan di Indonesia,” imbuhnya.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyambut baik kunjungan Kementerian PKP ke Kota Malang dalam rangka meninjau kawasan Kayutangan Heritage. Ia mengatakan bahwa kawasan ini layak menjadi percontohan dalam replikasi penataan kawasan padat di perkotaan sebagaimana program Kementerian PKP.

“Kami menceritakan beberapa hal tentang progress Kayutangan Heritage dan story-nya seperti apa, sampai akhirnya menjadi salah satu jujungan wisata terbanyak saat Nataru ini. Pak Sekjen dan Bu Dirjen diperintah untuk mereplikasi, bagaimana konsep penataan Kayutangan, apa yang dilakukan dan ini akan bisa jadikan pilot project pada beberapa tempat di Indonesia,” ujarnya.

Keberhasilan penataan dan aktivasi Kayutangan Heritage mencakup aspek pembangunan fisik kawasan sekaligus pemberdayaan masyarakat yang terlibat aktif dalam pengelolaan dan pengembangan kawasan. Konsep penataan Kayutangan Heritage menitikberatkan pada pelestarian kawasan bersejarah, peningkatan kualitas lingkungan permukiman, serta penguatan peran masyarakat sebagai subjek utama pembangunan kawasan.

Wahyu juga menceritakan bahwa ketertarikan Kementerian PKP terhadap Kayutangan Heritage bermula saat kunjungan Menteri PKP ke Kota Malang pada beberapa waktu lalu. Pada saat itu, Wali Kota Wahyu secara langsung mengajak Menteri PKP meninjau Kayutangan Heritage, yang kemudian mendapat respons positif.

“Pada saat itu, Pak Menteri PKP datang ke Malang, saya ajak ke Kayutangan berkeliling ke sana dan saya menjelaskan juga termasuk penghargaan yang diterima, yaitu Penghargaan Pembangunan Daerah Terbaik I nasional dan juga dari Pokdarwis terbaik I nasional. Pak Menteri melihat memang luar biasa, terutama terkait dengan perubahan kawasan, kemudian juga mindset masyarakatnya,” ucapnya.

Dia berharap keberhasilan Kayutangan Heritage dapat menjadi sumber inspirasi bagi daerah lain dalam melakukan penataan kawasan padat perkotaan yang berkelanjutan dan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan