Warteg dan Warung Makan Beri Makan Gratis pada Mahasiswa Aceh, Sumut, dan Sumbar

Warteg dan Warung Makan Beri Makan Gratis pada Mahasiswa Aceh, Sumut, dan Sumbar

Program Makan Gratis untuk Mahasiswa Perantauan di Ciputat

Di Kota Tangerang Selatan, Banten, sebuah warung makan kecil bernama Warteg Nyak Cut di Jalan Pesanggrahan, Cempaka Putih, Ciputat, mulai memberikan program makan gratis bagi mahasiswa perantauan dari Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Program ini diinisiasi sebagai bentuk bantuan sosial terhadap mahasiswa yang terdampak bencana alam di kampung halaman mereka.

Program ini mulai berjalan sejak Jumat (5/12/2025) dan langsung dimanfaatkan oleh sejumlah mahasiswa yang kesulitan secara ekonomi akibat dampak bencana. Arbi Ramadhan Nasution, seorang mahasiswa asal Sumatra Utara, mengatakan bahwa ia hanya perlu menunjukkan video viral tentang program tersebut dan kartu tanda mahasiswa kepada pengelola warteg untuk mendapatkan makanan gratis.

“Gratis. Jadi kita datang ke warteg, tunjukin video yang viral tentang makan gratis dan KTM. Saya tadi makan telur, Indomie, sama kangkung. Bebas pilih dan makanannya pun higienis. Baru tahu ada program ini tadi malam,” ujar Arbi, Ciputat, Tangsel, Senin (8/12/2025).

Arbi menyebutkan bahwa program ini sangat membantu mahasiswa perantauan yang kesulitan mendapatkan kiriman uang dari keluarga. “Banyak dari kami yang beberapa hari tidak makan. Program ini sangat membantu sekali,” katanya.

Meski keluarganya di Sumatra Utara dalam kondisi aman, Arbi menyebut banyak rekannya dari Sibolga, Padang, dan daerah lainnya yang terdampak bencana dan masih menunggu bantuan pemerintah. Ia berencana menyebarkan informasi tentang program makan gratis tersebut kepada mahasiswa lain agar semakin banyak yang terbantu.

“Saya sangat bersyukur. Mungkin saya bisa makan di sini tiap hari, tapi saya juga akan mengabari teman-teman yang lain,” ujarnya.

Sofi, pengelola warteg, membenarkan program makan gratis ini memang ditujukan khusus bagi mahasiswa asal Sumatra yang terdampak bencana. Meski baru berjalan, dirinya belum dapat memastikan sampai kapan program ini akan berlangsung.

“Gratis untuk mahasiswa yang berasal dari Sumatra. Baru mulai semalam dan hari ini. Sampai kapan berlakunya belum tahu, karena program ini juga baru berjalan,” jelasnya.

Mahasiswa yang memanfaatkan program ini masih sedikit lantaran bertepatan dengan akhir pekan. “Mereka kami minta menunjukkan identitas dan asal daerah, serta postingan Instagram yang mengumumkan program ini,” ujarnya.

Menu yang disediakan pun beragam. Mahasiswa dapat memilih lauk seperti ikan, telur, atau ayam, dilengkapi sayur pendamping seperti kangkung atau oreg tempe.

Kisah I Cut Nona Putri yang Berbagi dengan Sesama Warga Aceh

I Cut Nona Putri, warga Aceh yang telah lama tinggal di Kota Solo, tertegun sedih usai mendengar kabar kampung halamannya disapu bencana alam. Pemilik warung makan Nyak Cut di Jalan Popda Solo tersebut pun bernazar berbagi dengan sesama warga Aceh yang merantau di Solo dengan membagikan makanan gratis.

Cara itu dilakukan Cut sebagai doa agar keluarga besarnya di Kota Aceh Tamiang segera ditemukan. “Semenjak 3 sampai 4 hari kejadian itu, karena orangtua saya tidak ada info. Jadi saya mengadakan seperti ini dengan tujuan kirim doa biar orang tua saya ketemu karena sempat menghilang 3 sampai 4 hari itu,” ungkap I Cut saat ditemui TribunSolo.com di warungnya pada Senin (8/12/2025).

“Akhirnya dengan cara saya seperti ini besoknya langsung ada kabar. Niat saya itu ibaratnya kayak nazar bagaimana saya bisa ketemu orangtua saya, kayak zaman tsunami dulu kan gitu. Jadi mungkin dengan cara seperti ini saya bisa temuin papah saya, akhirnya Alhamdulillah dengan cara seperti ini, ketemu,” lanjutnya.

Cut juga menerangkan, meski sebagian keluarganya kini sudah ada kabar, namun sang paman sampai detik ini masih belum diketahui keberadaannya. “Iya memang asli sana, di Aceh Tamiang, Kota Kuala Simpang, Gang Aceng, Kota Lintang. Iya itu kampungnya habis, tidak ada bangunan sama sekali kecuali masjid,” jelas Cut.

[SOURCE-IMAGE-0]

Cut menjelaskan sejak hari Jumat lalu, ia telah menggratiskan makanan untuk warga Aceh yang ada di Solo hanya dengan menunjukkan kartu identitas ketika makan di warungnya. “Kurang lebih ya lebih dari 10 warga Aceh, itu mahasiswa semua. Itu asli sana,” katanya.

Ia juga menceritakan ada salah satu mahasiswa asal Aceh yang curhat bahwa harta benda keluarganya habis disapu bencana. “Ada. Ada salah satu cerita, saat kita tanya gimana ayah ibu di sana, ya Alhamdulillah sehat, cuma ya itu Kak, rumah habis semuanya, ada yang kena banjir. Makanya dengan cara seperti ini saya bisa membantu mereka untuk makan selama mereka lapar di sini,” jelasnya.

[SOURCE-IMAGE-1]

Saat ditanya sampai kapan ia akan menggratiskan makanan bagi warga Aceh di Solo, Cut belum bisa memastikan. Namun selama sesama warga Aceh masih kesusahan akibat bencana, ia akan berusaha memberi bantuan. “Mungkin sampai Aceh membaik. Jadi tidak tahu sampai kapan. Dan mereka semua sudah mendapat bantuan,” urainya.

Cut menegaskan bahwa ia tidak membatasi warga Aceh yang ingin meminta makan. “Nggak ada batasnya, intinya membawa KTP atau kartu pelajar,” pungkasnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan