Waspada gelombang tinggi 4 meter 3-6 Januari 2026: BMKG peringatkan dampak siklon tropis Iggy

Waspada gelombang tinggi 4 meter 3-6 Januari 2026: BMKG peringatkan dampak siklon tropis Iggy

nurulamin.proBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi gelombang tinggi yang melanda berbagai wilayah perairan Indonesia.

Peringatan ini berlaku mulai Sabtu, 3 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga Selasa, 6 Januari 2026 pukul 07.00 WIB. Berdasarkan analisis cuaca terbaru, gelombang laut diperkirakan mencapai ketinggian antara 1,25 hingga 4,0 meter.

Fenomena ini dipicu oleh aktivitas Siklon Tropis TC Iggy yang terpantau di Samudra Hindia, tepatnya di selatan wilayah DIY dan Jawa Tengah. ​BMKG membagi area waspada menjadi dua kategori berdasarkan estimasi ketinggian gelombang:

​1. Area Waspada Gelombang Sedang (1,25 – 2,5 Meter)

Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang kategori sedang meliputi:

​Sumatra: Selat Malaka (bagian utara), Samudra Hindia barat Aceh, dan Kepulauan Nias.

​Jawa & Nusa Tenggara: Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, hingga NTT.

​Indonesia Tengah: Selat Karimata, Laut Jawa (tengah & timur), serta Selat Makassar.

​Indonesia Timur: Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Seram, Laut Banda, Samudra Pasifik utara Papua, dan Laut Arafuru (utara & timur).

​2. Area Waspada Gelombang Tinggi (2,5 – 4,0 Meter)

Kewaspadaan ekstra diperlukan di jalur pelayaran strategis berikut:

​Samudra Hindia: Barat Kepulauan Mentawai, Bengkulu, Lampung, serta selatan Banten dan Jawa Barat.

​Perairan Utara: Laut Natuna Utara.

​Wilayah Timur: Samudra Pasifik utara Maluku dan Papua Barat Daya, serta Laut Arafuru (tengah & timur).

​Peningkatan tinggi gelombang ini berkaitan erat dengan pola angin yang dipengaruhi oleh Siklon Tropis TC Iggy. Di bagian utara Indonesia, angin bertiup dari utara ke timur dengan kecepatan hingga 35 knot. Sementara itu, di bagian selatan, angin bergerak dari barat daya ke barat laut dengan kecepatan serupa.

​Kecepatan angin tertinggi tercatat di Laut Natuna Utara, Laut Jawa, dan Samudra Hindia selatan Banten hingga Lampung, yang secara langsung mendorong kenaikan volume ombak secara signifikan.

​BMKG menegaskan bahwa kondisi ini membawa risiko tinggi bagi keselamatan maritim. Berikut adalah panduan batas aman operasional kapal:

​Perahu Nelayan: Berisiko jika kecepatan angin >15 knot dan gelombang >1,25 m.

​Kapal Tongkang: Berisiko jika kecepatan angin >16 knot dan gelombang >1,5 m.

​Kapal Ukuran Besar: Diminta tetap waspada saat melintasi wilayah dengan gelombang di atas 2,5 meter.

​Masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir serta operator jasa transportasi laut diimbau untuk selalu memperbarui informasi melalui laman resmi maritim.bmkg.go.id atau aplikasi InfoBMKG demi keamanan bersama. ***

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan