
Peringatan BPBD Cianjur Menghadapi Libur Akhir Tahun
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memberikan peringatan kepada pengunjung pantai selatan untuk tetap waspada terhadap risiko bencana selama masa libur akhir tahun. Selain itu, kehati-hatian dalam perjalanan juga diperlukan karena sepanjang jalur selatan Cianjur terdapat beberapa titik rawan longsor dan pohon tumbang.
Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, menyampaikan bahwa hampir semua akses jalan menuju pantai selatan Cianjur berbukit, sehingga pengunjung perlu waspada selama berkendara. "Terlebih cuaca di Cianjur masih tergolong ekstrem dengan potensi curah hujan tinggi disertai angin kencang," ujar Asep.
BPBD Cianjur telah menyiagakan seluruh jajarannya beserta 360 Relawan Tanggap Bencana (Retana) yang tersebar di setiap desa untuk mengantisipasi bencana selama momen libur akhir tahun. "Potensi-potensi perlu diantisipasi sejak dini agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materil yang besar," kata dia.
Asep menjelaskan bahwa selain jalur pansela Cianjur, hampir semua jalur menuju kawasan wisata di Cianjur, termasuk Jalur Puncak, rawan longsor dan pohon tumbang. "Lebih waspada saat beraktivitas di kawasan berbukit dan pepohonan, serta hindari area rawan yang berisiko tinggi saat cuaca ekstrem, seperti sungai dan lereng," ujarnya.
Selain itu, Asep meminta pengunjung atau wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta selalu mempersiapkan diri menghadapi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu. "Keselamatan pribadi sangat penting, termasuk dengan mempersiapkan perlengkapan yang memadai serta membawa peralatan tambahan yang diperlukan. Wisatawan juga perlu tanggap terhadap tanda alam agar liburan tetap aman dan nyaman," ujar Asep.
Cuaca Ekstrem Akhir Tahun
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung merilis bahwa hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi dalam sepekan ke depan. Cuaca ekstrem tersebut diperkirakan melanda hampir seluruh wilayah Jawa Barat, termasuk Cianjur, hingga 4 Januari 2026.
Prakiraan tersebut berdasarkan prediksi kondisi global, regional, dan model probabilistik. Cuaca di Jawa Barat pada sepekan ke depan umumnya cerah berawan hingga berawan pada pagi hari, sedangkan pada siang hingga malam hari berpotensi terjadi hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Pada momen libur Nataru, BMKG mengimbau masyarakat serta pemangku kepentingan untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, serta potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem. Masyarakat juga diminta memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG guna menghindari penyebaran informasi hoaks.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar