
Ancaman Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Kuningan
Bencana hidrometeorologi kian mengancam wilayah Kabupaten Kuningan, setelah terjadi tanah longsor di Dusun 2 Desa Jalaksana Kecamatan Jalaksana. Peristiwa yang terjadi pada Selasa sore, 30 Desember 2025, memicu kekhawatiran baru karena material longsoran mulai menimbun sebagian aliran Sungai Cihurang. Kondisi ini meningkatkan risiko luapan banjir jika aliran sungai tidak segera dinormalisasi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana menyebutkan bahwa meskipun tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, dampak terhadap lingkungan dan infrastruktur tergolong signifikan. Tim BPBD bersama warga setempat berupaya melakukan langkah mitigasi darurat guna mencegah dampak yang lebih luas.
Longsornya tebing di sepadan jalan tersebut dipicu oleh cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jalaksana. Kronologisnya, hujan dengan intensitas tinggi hingga lebat mengguyur wilayah tersebut selama tiga jam penuh mulai pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB. Beban air yang masuk ke dalam pori-pori tanah menyebabkan tebing setinggi 12 meter di RT 008 RW 002 Dusun 2 kehilangan stabilitasnya. Tepat pada pukul 17.00 WIB, tumpukan material tanah ambrol dan meluncur ke arah aliran sungai serta area sepadan jalan.
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, dimensi longsoran ini cukup besar dengan panjang 10 meter, tinggi 12 meter dan lebar 3 meter. Skala tersebut menciptakan gangguan ganda bagi masyarakat sekitar, antara lain:
- Penyumbatan Sungai Cihurang: Material tanah menimpa sebagian badan sungai yang secara langsung menghambat kelancaran arus air.
- Akses Transportasi Terganggu: Mengingat posisi tebing berada di sepadan jalan, stabilitas jalur darat di titik tersebut kini berada dalam kondisi mengkhawatirkan.
- Potensi Longsor Susulan: Besarnya dimensi longsoran pada tebing setinggi 12 meter ini masih menjadi ancaman serius bagi area di bawahnya.
Merespons situasi darurat tersebut, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kuningan, Aparat Desa, TNI, POLRI, serta masyarakat setempat segera melakukan tindakan preventif. Area longsoran kini telah dipasang rambu-rambu peringatan agar warga tidak mendekat ke titik rawan.
"Aparat Desa dan masyarakat bersama BPBD telah memasang terpal untuk menutup area longsoran. Penutupan dengan terpal ini bertujuan agar air hujan tidak kembali meresap ke dalam rekahan tanah yang bisa memperparah kondisi longsor," katanya.
Kendati demikian, pihaknya menekankan, langkah tersebut hanya bersifat sementara. Untuk penanganan permanen, dibutuhkan penguatan struktur berupa bronjong guna menahan tebing agar tidak kembali luruh ke sungai. Selain itu, kebutuhan akan terpal tambahan masih menjadi prioritas untuk menutupi seluruh titik rawan.
BPBD Kuningan sendiri terus melakukan koordinasi lintas sektoral untuk menentukan langkah penanganan lanjutan, terutama terkait normalisasi aliran Sungai Cihurang agar tidak terjadi banjir luapan di musim penghujan seperti sekarang ini.
"Warga Jalaksana diimbau untuk selalu waspada, terutama saat hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Kewaspadaan ekstra diperlukan bagi pengguna jalan yang melintasi area Dusun 2 agar terhindar dari potensi pergerakan tanah yang mungkin terjadi sewaktu-waktu," tuturnya, Rabu 31 Desember 2025.
Langkah Mitigasi Darurat
Tim BPBD dan pihak terkait telah melakukan beberapa langkah mitigasi darurat sebagai berikut:
- Pemasangan Rambu Peringatan: Area longsoran dilengkapi dengan rambu-rambu peringatan untuk mencegah warga mendekati titik rawan.
- Penutupan dengan Terpal: Terpal digunakan untuk menutupi area longsoran, sehingga air hujan tidak meresap ke dalam rekahan tanah yang bisa memperparah kondisi longsor.
- Pemantauan Berkala: Tim terus melakukan pemantauan berkala untuk memastikan kondisi area longsoran tetap aman dan tidak memicu risiko lebih lanjut.
Kebutuhan Penanganan Jangka Panjang
Untuk penanganan jangka panjang, diperlukan beberapa langkah penting:
- Penguatan Struktur Tebing: Pemasangan bronjong diperlukan untuk menahan tebing agar tidak kembali mengalami longsoran.
- Normalisasi Aliran Sungai: Proses normalisasi aliran Sungai Cihurang harus segera dilakukan untuk mencegah banjir luapan.
- Peningkatan Kewaspadaan Masyarakat: Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras kembali terjadi.
Kesimpulan
Tanah longsor di Dusun 2 Desa Jalaksana Kecamatan Jalaksana menjadi peringatan bagi masyarakat Kabupaten Kuningan tentang bahaya bencana hidrometeorologi. Dengan langkah mitigasi darurat dan penanganan jangka panjang, diharapkan dapat mengurangi risiko bencana di masa depan. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk menjaga keselamatan dan kestabilan lingkungan sekitar.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar