Waspadai Penyebaran PMK pada Hewan Ternak di Garut

Kewaspadaan Tinggi terhadap Penyebaran PMK di Kabupaten Garut

Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Garut memberikan peringatan kepada para peternak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) masih terjadi hingga saat ini. Kepala Diskanak Garut, Beni Yoga Gunasantika, menegaskan bahwa situasi PMK di wilayah tersebut belum sepenuhnya aman dan masih berpotensi mengancam ternak sapi, kerbau, domba, maupun kambing.

Menurutnya, penyebaran PMK di Garut masih tergolong masif dan dapat menyerang ternak dengan cepat. Risiko penularan semakin besar jika terdapat arus distribusi ternak dari luar daerah. Penyebaran penyakit mulut dan kuku di Kabupaten Garut ini masih masif dan ternak terserang lebih cepat. Jadi, sepanjang ada distribusi ternak dari luar, potensi PMK tetap ada, ujarnya pada Jumat, 12 Desember 2025.

Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit tersebut, Beni menjelaskan bahwa Diskanak Garut setiap tahun menyediakan stok vaksin PMK. Ia menekankan bahwa kebutuhan vaksin menjadi prioritas mengingat Garut masih menjadi salah satu wilayah yang menerima suplai ternak dari daerah lain.

Selama tahun 2025, pihaknya menyediakan sebanyak 25.000 dosis vaksin. Anggarannya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Garut, APBD Provinsi Jawa Barat, serta bantuan dari pemerintah pusat.

Langkah Pencegahan yang Terus Dilakukan

Berbagai langkah pencegahan pun terus dilakukan oleh Diskanak untuk menekan angka penularan. Salah satunya adalah pemeriksaan kesehatan hewan di pintu-pintu masuk Kabupaten Garut. Pemeriksaan ini dilakukan secara rutin sebagai upaya deteksi dini terhadap ternak yang berpotensi membawa penyakit. Selain itu, pendampingan langsung di kandang-kandang peternak juga digencarkan. Petugas melakukan vaksinasi secara berkala di wilayah binaan.

Bukan hanya dari pemerintah, sejumlah perusahaan swasta juga turut memberikan dukungan melalui program corporate social responsibility (CSR). Bantuan tersebut untuk memperkuat langkah pencegahan serta memperluas cakupan vaksinasi di wilayah Garut, jelasnya.

Kesiapan Peternak dalam Menghadapi PMK

Meskipun penyebaran PMK di Garut relatif terkendali, pihaknya tetap menegaskan pentingnya kewaspadaan. Jika ada hewan ternak yang bergejala ekstrem, Diskanak langsung melakukan karantina. Adapun kasus terakhir ternak yang terserang PMK jumlahnya di bawah 100 ekor.

Ternak yang terpapar PMK akan dipisahkan untuk mencegah penularan lebih lanjut. Para peternak pun kini dinilai lebih siap dalam menangani penyakit tersebut berkat pengalaman dari kasus-kasus sebelumnya.

Upaya Kolaborasi untuk Meningkatkan Kesadaran

Selain vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan, Diskanak juga melakukan sosialisasi dan edukasi kepada peternak tentang cara mengenali gejala PMK dan tindakan yang harus diambil jika ternak terinfeksi. Dengan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, diharapkan kesadaran akan pentingnya pencegahan dan pengendalian PMK dapat meningkat.

Kehadiran vaksin dan program CSR memberikan dampak positif terhadap kemampuan peternak dalam menghadapi ancaman PMK. Dengan demikian, meski penyakit ini masih menjadi tantangan, Garut telah menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga kesehatan ternak dan memastikan keberlanjutan sektor peternakan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan