
Persiapan BPBD Provinsi Bengkulu Menghadapi Ancaman Siklon Tropis
BPBD Provinsi Bengkulu sedang mempersiapkan langkah-langkah pencegahan terhadap ancaman cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda wilayah tersebut pada periode 11 hingga 18 Desember 2025. Dalam rangka mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan rapat koordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Basarnas.
Menurut Plt. Kepala BPBD Provinsi Bengkulu, Kristian Hermansyah, pihaknya telah berkoordinasi dengan BNPB dan sedang memperkuat kerja sama dengan BMKG dan Basarnas untuk memastikan penyebaran informasi dan persiapan di tingkat kabupaten dan kota. Ia menyatakan bahwa wilayah Bengkulu akan dilewati siklon tropis, termasuk daerah tetangga seperti Lampung dan Sumatera Barat.
Upaya Mitigasi Bencana
Kristian menjelaskan bahwa BPBD Provinsi Bengkulu akan melakukan rekayasa cuaca sebagai salah satu langkah mitigasi bencana. Hal ini dilakukan setelah beberapa wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dilanda bencana banjir dan longsor akibat curah hujan yang tinggi.
Upaya yang harus kita lakukan ini harus cepat, salah satunya siaga darurat. Kami juga akan terus berkoordinasi dengan BMKG untuk antisipasi awal, ujar Kristian.
Wilayah Terdampak dan Status Bencana
Saat ini, BPBD sedang menyiapkan langkah-langkah pencegahan sebelum menetapkan status bencana di provinsi tersebut. Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Lebong, Bengkulu Tengah, Seluma, Bengkulu Selatan, Kaur, Bengkulu Utara, dan Kota Bengkulu. Selain itu, Kabupaten Rejang Lebong, Kepahiang, dan Mukomuko juga diperkirakan akan terkena dampak bencana yang disebabkan oleh siklon tropis.
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Fatmawati Soekarno Bengkulu telah merilis peringatan dini tentang potensi cuaca ekstrem yang akan melanda wilayah Bengkulu pada 11 hingga 18 Desember 2025. Intensitas hujan diperkirakan meningkat dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Fatmawati Soekarno Bengkulu, Tri Widiarto, menjelaskan bahwa keberadaan Bibit Siklon Tropis 91S di Samudera Hindia barat daya Bengkulu memicu pertemuan massa udara (konfluensi) dan perlambatan angin yang menyebabkan pembentukan awan hujan lebih masif.
Faktor Pemicu Hujan Lebat
Selain Bibit Siklon Tropis 91S, aktifnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) serta pengaruh Indian Ocean Dipole (IOD) yang saat ini masih bertahan di fase netral hingga negatif turut berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan. Suhu muka laut yang hangat pada kisaran 2930C juga memperkuat potensi pertumbuhan awan cumulonimbus (Cb) yang menyebabkan hujan intensitas sedang hingga sangat lebat.
Potensi Bencana di Wilayah Bengkulu
Berdasarkan pemantauan BMKG, sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak antara lain: * Kota Bengkulu * Bengkulu Tengah * Bengkulu Selatan * Seluma * Mukomuko * Kaur * Rejang Lebong * Lebong * Kepahiang
Jenis dampak bencana yang diperkirakan muncul meliputi banjir, banjir bandang, hingga longsor, tergantung tingkat kerawanan geologi dan topografi di masing-masing daerah.
Imbauan dari BMKG
Tri Widiarto menegaskan masyarakat diminta selalu waspada dan tidak menganggap remeh perubahan cuaca dalam sepekan ke depan. Ia mengimbau warga Bengkulu untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor. Masyarakat juga diminta untuk memantau informasi resmi BMKG melalui aplikasi infoBMKG, website, ataupun media sosial.
BMKG juga meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi cuaca yang beredar di media sosial tanpa sumber resmi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar