Waspadai Siklon Tropis di Barat Sumatra, Jambi Siap 3 Hari ke Depan

Waspadai Siklon Tropis di Barat Sumatra, Jambi Siap 3 Hari ke Depan

Wilayah Jambi Barat Berpotensi Terdampak Siklon Tropis

Lima daerah di Jambi bagian Barat, yaitu Kerinci, Sungai Penuh, Merangin, Bungo, dan Sarolangun, berpotensi terdampak jika bibit Siklon Tropis di barat Pulau Sumatra semakin aktif. Koordinator Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jambi, Nabilatul Fiqroh, menjelaskan bahwa Siklon Tropis merupakan badai yang berputar cepat yang dimulai di atas lautan tropis.

Saat ini, bibit Siklon Tropis aktif berada di barat Pulau Sumatra dan berpotensi membawa hujan lebat dan gelombang tinggi. Meski terlihat dan terpantau dekat dengan Sumatra, dalam 2-3 hari ke depan, potensi untuk menjadi Siklon Tropis belum terlihat. "Dalam dua tiga hari ke depan, potensi bibit Siklon Tropis menjadi Siklon Tropis itu dalam kategori rendah," ujarnya pada Kamis (10/12/2025).

Namun, jika bibit Siklon Tropis semakin aktif, maka akan berdampak meningkatnya curah hujan di Provinsi Jambi, khususnya Jambi bagian Barat. "Wilayah tersebut bisa menjadi daerah yang terdampak Bibit Siklon," ujarnya.

Cuaca di Provinsi Jambi

Nabilatul Fiqroh menyampaikan cuaca di Provinsi Jambi sepekan ke depan diperkirakan dominan berawan serta berpotensi hujan berintensitas ringan hingga sedang. "Hampir seluruh wilayah di Provinsi Jambi berpotensi mengalami hujan pada siang, sore, malam, hingga dini hari," jelasnya.

Selama periode tersebut, suhu udara diperkirakan berada di kisaran 18-32 derajat Celcius, dengan kelembapan udara mencapai 58-98 persen. BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca, berupa potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang di sejumlah wilayah. Dia mengimbau masyarakat di kawasan pesisir Jambi agar waspada terhadap potensi banjir rob yang dapat terjadi dalam beberapa hari mendatang.

Bencana di Wilayah Jambi Bagian Barat

Sejak November lalu, sudah terjadi beberapa kali bencana di wilayah Jambi bagian barat. Di Kerinci dan Sungai Penuh telah terjadi longsor yang mengakibatkan jalan lintas pututs beberapa waktu. Pemerintah setempat pun telah menyiapkan alat untuk mengantisipasi peristiwa serupa terjadi lagi.

Potensi longsor dan banjir juga ada di Kabupaten Merangin yang lokasinya bersebelahan dengan Kerinci-Sungai Penuh. Sekretaris BPBD Kabupaten Merangin, Hendri Putra, mengatakan ada tiga potensi bencana di wilayah Merangin, yaitu banjir, banjir bandang, dan cuaca ekstrem. Potensi banjir ada di sebagian besar kecamatan, karena di Merangin ada beberapa Daerah Aliran Sungai (DAS). Wilayah itu antara lain, Tabir yang memiliki DAS Batang Tabir, Sungai Batang Merangin, dan Sungai Batang Masumai, dan Sungai Batang Nalo Tantan.

"Jika intensitas curah hujan tinggi di wilayah Merangin, maka banjir bisa terjadi di wilayah di sekitar bantaran sungai," lanjutnya. Hendri mengimbau masyarakat Merangin agar selalu waspada jika terjadi curah hujan yang tinggi, karena kondisi cuaca yang selalu berubah, serta selalu meningkatkan kebersihan lingkungan sekitar.

Status Kesiapsiagaan di Muaro Jambi

Di Kabupaten Muaro Jambi, BPBD secara resmi meningkatkan status kesiapsiagaan, menyusul tingginya curah hujan. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Muaro Jambi, Paruhuman Lubis, menuturkan saat ini ada peningkatan intensitas hujan lebat hingga lebat, yang berpotensi memicu banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah rawan. Dia meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di pinggir aliran Sungai Batanghari untuk waspada.

"Semua harus waspada, terkhusus bagi masyarakat yang tinggal diwilayah rawan banjir," kata Lubis. Mantan kadis pertanian itu menyebut di Muaro Jambi ada enam kecamatan yang rawan banjir yang lokasinya di pinggir aliran Sungai Batanghari. Enam kecamatan itu diantaranya Jaluko, Sekernan, Marosebo, Kumpeh Ulu, Taman Rajo dan Kumpeh Ilir.

Beberapa Daerah Siaga Personel

Beberapa pemerintah daerah di Jambi sudah menetapkan status siaga bendana hidrometeorologi dan menyiagakan personel. Di Kabupaten Batang HBPBD setempat menyiagakan 62 personel dalam tiga regu untuk memantau rawan bencana hidrometeorologi. Ada beberapa daerah di Batanghari yang potensi longsor dan banjir, yang sebagian besar titiknya di permukiman warga kawasan bantaran sungai.

"Kami telah menyiagakan 62 personel yang terbagi dalam tiga regu untuk melakukan pemantauan langsung di daerah rawan bencana," kata Samral Lubis, Sekretaris BPBD Batang Hari. BPBD terus melakukan koordinasi dengan Forkompida dan stakeholder setempat.

Era Risiko Baru

Badai Siklon Tropis Senyar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat memicu hujan ekstrem, banjir, serta angin kencang yang menimbulkan dampak sosial-ekonomi besar. BNPB mencatat 969 orang meninggal dan 262 orang hilang per 10 Desember 2025.

Board of Experts Prasasti Center for Policy Studies, Arcandra Tahar, menekankan pentingnya memahami siklon tropis dalam konteks ilmiah jangka panjang. "Jika kita melihat data lintasan badai selama 150 tahun, Sumatera bagian utara hingga Selat Malaka memang pernah dilintasi tropical storm. Ini menunjukkan bahwa fenomena seperti ini bukan anomali tunggal, melainkan bagian dari return period alam."

Eks Wamen ESDM itu menyebut badai ini berada pada skala tropical storm dan menjadi pengingat pentingnya ketangguhan infrastruktur. "Untuk memitigasi bencana dalam kondisi ekstrem, analisa meteorologi dan oseanografi dengan return period 100 tahun kita gunakan untuk mendesain bangunan laut dan pantai."

Ringkasan Berita

Dominan berawan, potensi hujan intensitas ringan-sedang
Kondisi merata hampir seluruh wilayah Jambi
Waktu hujan siang, sore, malam, dini hari
Suhu udara kisaran 18-32 derajat Celcius
Kelembapan udara 58-98 persen

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan